Malam setelah senja
harapanku menggapai rembulan
apalah daya langit bagai runtuh
ibarat hujan dalam titik air mata
berderai langit retak-retak dan dingin
bumi yang menadah keaangkasa
sedang malang biji tak terkandung
apalagi yang bisa ku beri?
apalagi yang harus kutumbuhkan?
yang mekar hanya dari kemakmuran
dan hati diri dibelit tali nasib
erat menjerat tak bersimpul
bisakah makna kan ku urai?
seperti mimpi indah yang tiada terajut
kalbu berjibaku dilereng tebing biru
yang mendaki harapan diri
namun kuasa membuang asa
lalu terlena di jalan salah
diri terjerembab pada lubang yang ku gali
dan tenggelam tanpa sempat terpejam
menganga dingin diretakan senyum
yang yang tertinggal dan kusisakan
disudut bibir yang beku dan getir,..
harapanku menggapai rembulan
apalah daya langit bagai runtuh
ibarat hujan dalam titik air mata
berderai langit retak-retak dan dingin
bumi yang menadah keaangkasa
sedang malang biji tak terkandung
apalagi yang bisa ku beri?
apalagi yang harus kutumbuhkan?
yang mekar hanya dari kemakmuran
dan hati diri dibelit tali nasib
erat menjerat tak bersimpul
bisakah makna kan ku urai?
seperti mimpi indah yang tiada terajut
kalbu berjibaku dilereng tebing biru
yang mendaki harapan diri
namun kuasa membuang asa
lalu terlena di jalan salah
diri terjerembab pada lubang yang ku gali
dan tenggelam tanpa sempat terpejam
menganga dingin diretakan senyum
yang yang tertinggal dan kusisakan
disudut bibir yang beku dan getir,..






