Wednesday, March 5, 2014

KATA CINTAKU

Semoga kan tiba waktu
kerelaan berbisik syahdu
memancar dari birunya kalbu
tiada yang lain hanya dirimu,

bila sapa ku ucap terbalas
dengan tanya terbias
menanti jawab nan ikhlas
jalani hidup senafas,

Cantiknya rasa bersemi
tentang bahasa di hati
dalam khasanah berseri
penuh pesona hakiki,

Meruah kata di punya
tercurah rasa menyinta
pada dirimu juwita
ku titip hati tercinta,-

Crb, 01 Maret 2014
Tisna Barbatully


BILA HADIRMU BERARTI

Ketika itu pagi masih hangat
ku genggam asa nan memerah
bernyanyi dan menari sendiri
bak nyiur di pantai hati
menyaksikan riak gelombang lauatan
menghapus pasir menyerpih
selalu membuat jejak-jejak baru
penunjuk arah yang di mau
ada luang di celah masa depan
biar ku genggam berjabat tangan
menaut senyum dalam bayangan
tak hanya relung dalam bayangan
hijau daunku di puncak ranting
memapah bunga ranum merekah
titipkan hati di putik sari
pada dirimu duhai kekasih,-

Crb, 01 Maret 2014
Tisna Barbatully


Aduhaii,..

kalam biru di rilis tinta
desah kalbu jadi ajimat
malam minggu ku tulis cinta
rasakan rindu begitu hebat,

Malam minggu malam menyinta
sorak ceria kalbu tak resah
ada rindu ingin berjumpa
apalah daya jauh terpisah,

Crb, 01 Maret 2014
Tisna Barbatully


Istiqomah

Akan selalu ada pagi
dan esok pasti bermentari
menadah pada janji Tuhan
bukan padamu ku berharapan
tetap berjalan di taman bunga
pantang berundur kaki
di muka selalu ada setangkai seroja
berselimut embun pun terjaga
janji kan tunai pada masanya
khalayk insan semestinya,






Kenangan ini seperti satu dekorasi interior berbingkai, 
foto masa lalu yang hanya di perindah oleh figura sedang tak lagi terjadi, 
dan senja membiarkanku menikmatinya,-


Crb, 01 Maret 2014
Tisna Barbatully


Bertanya Lah

Mendekap seribu harap
seusang jiwa yang terlelap
sayang kau bilang aku jalang
karena berlari dari senyummu
akulah gula engkau manisku
kerumuni saja segala tanya
tak terjawab pun tiada mengapa
masa depan dahagaku
sedang engkau haus di masa lalu
kita terpisah di jeruji hati
lengang namun terdapati
hampa tetapi ada
tak nyata nun terasa
berIman kah Penyinta ?

Crb 04 Maret 2014
Tisna Barbatully


Berlalu selalu

Hijau rerumputan dan padang ilalang
menguning padi berpetak harapan
pagi itu saya masih bermain di sana
menyaksikan kerbau dalam ketaatan
bekerja memakmurkan suburlah debu basah
kupu-kupu dan kumbang berebut bunga
bersemi senyum mentari menyaksikannya
angin berhembus dalam bahasa manja
tiada pernah kusadari bahwa masa itu kan usai
sedang tak penuh aku menikmatinya dengan syukur
kini kehilangan cerita cerita alam
kehilangan keramahan dan kedamain
masa bak melukis warna-warna nan resah
hati tak lagi menjadi komposisi
era matrialisasi yang terkulturisasi
adab hanya kata purba
semua berjalan begitu cepatnya
kehilangan tetap menjadi tema
mungkin juga sudah menjadi wacana,-

Crb, 03 Peb 2014
Tisna Barbatully


seperti malam saat gulita
wajah itu tiada terkenali
engkau lebih suram dari malam
sedang ku dapati saat mentari telah tinggi
aku telah selalu kehilanganmu
karena kami tak mengenal musim salju
mereka di kutub sana
lebih jauh menghargai kehangatan
sedang di sini ia tersia-sia
kita terbatasi alur duka
yang bersisi selisih tak bertepi
di bagian lain ada kekecewaan
dan di bagian akhir
ada asa yang terpendam
bukan tertanam,-

Crb, 03 Maret 2914
Batas KIta
Tisna Barbatully


BILA MALAM

Mencari suatu arti
bertanya pada sepi
di samudera luas tak bertepi
berkayuh biduk lapuk nan usang
dengan telapak tangan telanjang
riak tertinggal lalu menghilang
berdayung rasa menulis pustaka
di naungan langit sangsaka
lelah dan sabar menjadi cerita
di bawah kibaran panji dunia
berkilau keringat berbutir-butir
berbias senyum nan getir
mungkin di pantai sana pekikku
di sambut bahagia yang rebah
ketika musim bunga merekah
di taman hati menanti,-

Crb, 03 Maret 2014
Tisna Barbatully



Tersendiri

Mawar yang mekar
merunduk wajah
senyum gelisah
menanti terselimuti
datang embun pagi
membelah sunyi
yang tersendiri,..

Crb, 03 Maret 2014
Tisna Barbatully


Seribu Mawar

Malam berbias kemerahan
melanda dengan eksotisnya
layu lebih baik dari senang berkawan bayang
kan ku cengkram khayal tak ayal
di mimpi tak terundang
retaklah retak pecah pun biarlah
idiologi tak terganti walau nanti tersayat hati
mati berkali-kali
terhempas keras-keras tiada akan memelas
bersama seruan kodrat ku ajak berteman
satu kata mencoba segala rela ku terima
terkapar haus di telaga keyakinan,-

Crb 04 Maret 2014
Tisna Barbatully


Kepalsuan

Ku rasuki titik sunyi
di singsing malam nan kelam
larut tenggelam terturut
sepi tak berhenti mengajari
aku ngengat bukan kupu-kupu
simpan saja pelitamu
dan penafsiran panjangmu
jangan melilitku untuk fahami
apa arti cahaya bila tak berbeda
jadilah bayangan bersamanya
dengan senyum jumawa
di sorot mata kecewa,..

Crb, 04 Maret 2014
Tisna Barbatully


Sepasang Merpati

Merpati putih bernyanyi
mengepak sayapnya lebar
dapatkah hati yang sedih
mendapat obat penawar,

Malam mengurai berakhir
madahkan asa nan tinggi
kalam gemulai mengukir
mudahkan rasa berbagi,-

Crb, 04 Maret 2014
Tisna Barbatully


Jamuanmu

Andai-andaikan saja semua kata
semakin tak mudah untuk di baca
gelisah kalbu menjejak semu
menguntai waktu saat denganmu
sesal ini bak karat besi
menggerogoti ku punya hati
bagai terbimbing di jalan sunyi
redup pelita tertiup mati,

Di mana hadirmu
dikata kau beri kalbu
janji bersama sepanjang waktu
sekejapan saja engkau berlalu
kini tak lagi ada denganku
terbiar diri di ufuk jemu,-

Crb, 4 Maret 2014
Tisna Barbatully


Mawar Tersamar

Penyakit ini masih menjangkiti
sepanjang masa mengikuti
tiada nampak melukai
meremas keras isi hati
rasa tertancap seribu duri
jika amarah mendatangi
rasanya panas tak tertandingi
hangus naas nasib ini
sabar tak mampu selimuti
ia terbakar di lalap api
terus mengelak jauh ku pergi
bagai mengejar menjilati
tiada di tawar menodai
Ooh,.. silang sengketa
berombak gelombang seisi dada
gemuruhnyapun mengoncang jiwa
bak malapetaka membaur musibah,-
***
Masihkah ada satu harapan
menghias dada jua impian
di masa muda hanya ucapan
merasa renta langkah ke depan
aku nyanyikan tembang tangisan
sebelum jatuh di hiasi nisan
beramal pedih bebunyian
gersanglah hati kekeringan
bersenandung perih kebingungan
jauh terpisah di tinggalkan
prasangka bias kebodohan
tanpa di rias keimanan
***
jalan tertatih merintih rintih
waktu telah pergi tanpa permisi
di jelang umur tak basa basi
di gapai uzur hitam dan putih
bagai terlanjur ku mengalami
jalan amanah terhianati
di sesat aral tak tersikapi
nafas tersengal terberati
di lumur dosa tak fahami
hidupku resah hingga kini
manalah bahagia menemui
telah sesak dada terlukai
adakah sempat ku insyafi,-
***
Bunga mawar fatamorgana
hatiku tawar tanpa rasa
datanglah embun penyejuk jiwa
jangan sekedar buatku basah
wahai bintang di atas sana
beri keindahan jua pesona
bukankah hidup ada pesona
menjadi bias sinaran surga
***
Ku terbelenggu lemahnya kalbu
segala khilaf selalu menggangu
tiada mengajar di masa lalu
kejar mengejar dingin dan beku
***
Jika cahaya kelak kan indah
menghapus salah di binar mata
yang telah redup tiada pola
penuhi pelupuk berair mata
isak bertumpuk kapan kan sirna
***
Dan malam nanti beruntungkah diri
segala duka kan terobati
tulang di dada kan terlengkapi
jadi berongga dan terlindungi
ataukah semua tak jera
terus menghimpit rasa tersiksa
pandangan sempit jatuh binasa
tanpa ku sempat lagi meminta
sejuta ampun pada yang Esa
turunkan beban bahu berlaksa
mesti berjalan bak sedia kala,
***
Aduhai hidup tergoncang
terombang ambing pincang berjalan
di padang datar ku kewalahan
bagaimana memanjat di ketinggian
*****
Cakrawala telah terjatuh
Crb, 05 Maret 2014


Tisna Barbatully