Laksana ruang kaca
ataukah mata yang memang berkaca?
ku pejamkan terang
ku abaikan tiada hilang
sesal menyesakkan
menghimpit dada
menyiksa seisi kepala
bagaimana jendela kan kubuka?
jika menyibak tirainya saja
tiada berdaya?
aku kelam
selarut malam
sehitam awan
menanti dan bersabar
semakin semakin hambar
hidup yang tawar,..
ataukah mata yang memang berkaca?
ku pejamkan terang
ku abaikan tiada hilang
sesal menyesakkan
menghimpit dada
menyiksa seisi kepala
bagaimana jendela kan kubuka?
jika menyibak tirainya saja
tiada berdaya?
aku kelam
selarut malam
sehitam awan
menanti dan bersabar
semakin semakin hambar
hidup yang tawar,..

No comments:
Post a Comment