Thursday, September 6, 2012

RINDU TERMAT DULU

Melamunkan impian saat malam
membayangkan diri kan bahagia nanti
seketika sunyi hilang dari mata dan jiwa
ada rasa yang ingin tumpah
ada asa yang berderai menggapai
sedang daku berumpamakan pasir pantai
yang terkikis habis diterpa ombak dalam tangis
akulah sebutir rasa yang khawatir
dengan titik titik cinta nan masih mengalir
mengarungi pedih dalam sastra hati
dengan hati biru dicumbu rindu
rindu pada masa lalu yang sangat lalu
saat bahasa terucap dalam noktah
tanpa huruf ataupun kata
hanya salam senantiasa
tanpa hasrat tuk mebaca
seberapapun indah arti pesona,- 





Wednesday, September 5, 2012

MALAM MENYAYANG

Mempertentangkan suramnya malam

riuh berkecamuk kata-kata dalam fikiran

ada bayang layu tentang rindu

sesaat cinta jauh dari bentangan mata

serasa hati tenggelam dikedalam sunyi

seperti berjalan pada jurang kanan kiri

berupaya tetap terjaga diri

sedikit lengah terperosok nanti

jatuh terjerembab dijurang sunyi,-




JELATA LATAH

Bak disebut latah dikau jelata
adalah terbiasa engkau dengan derita
tak perlu mengadu-aduh seperti dahulu
melupakan pustaka didasar kalbu
merasakan kepedihan berbuku buku
ataupun merintih-rintih tiada arti
saat gundah gulana tengah menertawai,-

Duhai engkau yang menjadi masaku kini
adalah engkau kenangan diwaktu nanti
susah senang terpahat silih berganti
menggambarkan nikmat kita syukuri
senang dan tenang niscaya termiliki
laksana indah bewarna warni

Dan buatmu duhai sahabat,..
berbuat hebat tuk tetapkan kodrat
jangan berhenti engkau mencatat dan dicatat
kini dan nanti semua tetap tergurat
tiada satupun akan terlewat
bersama waktu sempat ,.. yang masih tersurat
bukan beralat siasat mengejar nikmat
memisahkan tujuan dari syafa'at
membina akhlak sebagai keparat,-


Cirebon, 05 September 2012

Tisna Barbatully.