Wednesday, December 12, 2012

Memetik Tangis Tak Tertulis

Bergumam tentang tawa disatu masa
menyuratkan banyak kabar
dari bentangan masa yang lebar
satu satu ku balas senyummu
meski berderai air mata dikalbu
biarkan tersembunyi satu kemunafikan

karena rasa sedih ini begitu berarti
mengisi tepian pustaka jiwa
yang tiada kuasa diseret keluh kesah
menghiba hiba dalam do'a yang menua
do'aku buatmu, buat kalian dan buatku
doa seperti cahaya yang terucap tak terasa
dilambai keyakinan dibatas jiwa dan badan
sebagai persaksian mahluk yang bertuhan,..
 
 

No comments:

Post a Comment