Tuesday, April 8, 2014

Serpihan Malam

Ketika tetes embun kecil jatuh
buram muram warna ketulusan
tak banyak mengerti hati akan jernih
keruh mencabik-cabik kalbu
terkoyak isi dada bernama cinta
lalu bagaimana maknai rindu 
sia-sia saja memupuk rasa
di urai hadirku hanya umpama
terjegal kesan di mimpi yang indah
hilang masa di kalang dusta
datanglah pagi bawa cahaya
lupakan malam bermuram durja,-


Batas Malam


Ku mainkan bayang gelap
remang-remang terang di padam
segala tersentuh kering dan layu
hilanglah senyum jua bayangmu
malam resah riuh mendesah
kidung cinta angan melata
sekedar mimpi saat gulita
terang di maksud telah pun rebah
terkait dinding kosong nan hampa
menjadi batas antara kita
batas tak ada namun di rasa,-