Ketika tetes embun kecil jatuh
buram muram warna ketulusan
tak banyak mengerti hati akan jernih
keruh mencabik-cabik kalbu
terkoyak isi dada bernama cinta
lalu bagaimana maknai rindu
sia-sia saja memupuk rasa
di urai hadirku hanya umpama
terjegal kesan di mimpi yang indah
hilang masa di kalang dusta
datanglah pagi bawa cahaya
lupakan malam bermuram durja,-

No comments:
Post a Comment