Friday, November 15, 2019

CITRA KASIH

(prolog Seruling ijazil) 

Wajah wajah perindu palsu
Bias pada gelora gairah
Menyetujui hasrat lejang
Menggapai angin. 

Dan muara itu bertabir
Arus jua riak samudera
Terendap antara ujung pangkal
Atas bawah tak pasti
Diapung hayal. 

Semoga termaafkan takdir
Yang mendera lagi bisu
Menggores sana-sini
Frustasi akan kasih
Tak terjelang hingga pergi. 

Khayali terbelenggu lalu
Inderawi memupuk laku
Sebab hidup di bumi sesal
Dipijak tapak nasib 
Sesak pada nyata dan fana
Tersayat nestapa
Jiwanya. 

Crb, 15 nov'19
Tisna Hariri Barbatully​​


No comments:

Post a Comment