Setinggi-tingginya tempat, sejauh-jauhnya jarak, selama-lamanya saat, Bila didapat ia di diri.
Monday, September 21, 2020
DI MAYANG HATI
Memandang nasib yang jauh
Sambil mengharapkan kebaikannya
Ada rasa ingin bersegera terwujud
Nun sadari keterbatasan diri
Tuk berserah diri pada saat.
Dan sesekali kami
Berulang Mayang berasa arang
Adalah tersebab besar kerinduan
Membelenggu fikir menjadi dzikir
Terselip ketakutan tak Alang
Surut pasang iman kepayang.
Nun pada gugus lereng kalbu
Di kaki langit diri bersimpuh
Menadah kemurahan Rahmat'Mu
Dari kerumitan hidup nan berliku
Tanamkan biji malu beraku aku
Yang senyatanya berlaku
Jadilah diam di diriku.
Wahai duriyat cinta dari Sang Maha
Tuangkan hamba hingga dahaga
Atas cawan hidup nan rahasia
Yakni seisi tabir disimpan misteri
Bak bongkahan es menetes pasti
Izinkan ku teguk meski sekali
Tuk pupus keruh di dalam diri
Menjadi bekal di hidup nanti
Dan ini slalu ku Aamini
Pun ku imani.
cirebon, 21.09.2020
http://syairsastra.art.blog
https://www.youtube.com/user/tisnahariri
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Di saat rembulan bertanya kapankah akan sehati dengan sang mentari? bintang pun turut berlagu "aku datang untukmu" mega kelabu...
-
Melalang ke ujung harapan menyeberang di batas kesunyian muncul dan hilang bagai percikan dan aku merona memantik pesona untuk malam la...
-
Bergumam tentang tawa disatu masa menyuratkan banyak kabar dari bentangan masa yang lebar satu satu ku balas senyummu meski berderai ai...

No comments:
Post a Comment