Tuesday, March 27, 2012

PENCARIAN

Berjalan pada titian datar
 

melaluinya tidak perlu pintar
 

sedang mendaki kepuncak tinggi
 

niscaya akan melalui onak dan duri
 

kami berburu kepuncak bersalju
 

hanyalah tirai dipandang mataku
 

yang tersembunyi tetap saja menjadi sesuatu
 

kini kami menukik turun kelembah curam
 

suasananya kelam dan mencekam
 

bila tiada meyakini falsafah hati
 

tentulah akan terhenti perjalanan ini
 

semoga langkah akan sampai dijernih telaga
 

sekedar menawar haus dahaga dijiwa
 

lelah yang dirasa mungkin saatnya kan terhapus sirna,-



MUNAFIK SEJATI

Kesatria gagah,..
 
menunggan kuda tanpa pelana
 
mengenakan jubah berpanji negara
 
berjalan terburu-buru entah mau kemana
 
berteriak lantang bak seorang panglima
 
mungkin saja pahlawan anggapannya
 
dia berseru "atas nama rakyat" katanya
 
cemeti duri melucuti hati
 
demi gilongan mungkin juga diri pribadi
 
atas mengatasi saling memuslihati
 
sungguh nuansa ini harusnya tiada terjadi
 
bila hati kembali dipelukan pertiwi,-
 
 
 

MALAM DALAM KEJAPAN

Melintasi awan
 

meninggalkan bayangan
 

tersudut di angan
 

tergesa mencari naungan
 

malam kian kelam
 

tenggelam di irama kerinduan
 

hingga terpejam di pembaringan
 

menuangkan cinta pada mimpi nan indah
 

adalah pesona kelak berlaku disuatu masa
 

mengingat pada Yang Esa
 

niscaya tersingkap tabir dijiwa
 

walau sekejap itulah hikmah,-


SEMESTA BERNADA

Disaat banyak hati telah lelah memaknai cinta
 
betapa diri semakin tenggelam dalam kerinduan
 
tiada kelam walau malam beranjak tenggelam
 
tiada merasa udzur meski banyak dedaunan telah gugur
 
tak akan peduli ia jatuh dan kembali dipeluk bumi
 
Tiada mengapa walau bulan dan matahari gerhana
 
semoga tersemai ke dalam jiwa
 
semoga tiada akan lelah karenanya
 
dan semoga akan tabah dalam berdo'a
 
merapuhkan angkuh hatiku
 
meluruhkan kepastian mataku
 
begitu cintaku padamu
 
duhai,.. semestaku,-
 
 
 
 

IRAMA JANJI PURNAMA

Malam,..

kau bawakanku tirai kasihmu

namun kau sertakan pula gelapnya

tebaran bintang nan gemintang tak nampak olehnya

berjuta jiwa dibawahnya bingung tanpanya

kami bukan pesakitan dalam satu permintaan

meskipun tidak sebugar badan yang kekar

hilangkan galauku atas kasihmu

berilah sebias purnama yang indah

bukan impian yang ada saat terpejam mata

lamabaikan lenganmu atasku

jangan sembunyikan lengan lain dalam kepalan

seperti purnama semesta dalam satu janji

yang setia menemani sebagai Rahmat dari Ilahi,-




MENGENANG RINDU

Canda pagi dalam nuansa 
indah berseri
mempersaksikan mimpi malam tadi
bukan seperti kemarin
meniti asa diri
agar yang ditarikan adalah tangisan
berindah indah dalam pesona
bagi diri yang haus akan khazanah
semoga tiada keruh telaga hatiku
mengenang rindu di telaga teduh
menenangkan gelombang
menjernihkan kekeruhan
mengingat falsafah
semoga kan menjadi pesona,..




BAYANGMU

Langit kelabu,..
mendung merundung
berarak angin berhembus bingung
mega mega kelabu menutup langit biru
hujan turun terburu-buru
datang menyapu bumi yang berdebu
disini daku bayangkanmu
entah apa yang saat ini tengah berlaku atasmu
apakah engkaupun mengingatku?
seperti yang terjadi padaku selama ini?
dari balik kaca jendela
bayangmu datang dalam pesona
tersenyum hampa dalam fatamorgana
Bawa pesona rinduku mendera
dan bias-bias hati bersemi
karenamu,.. 
cinta ini ku mengerti,-


TEMBANG PETANG

Dari jauh disana
engkau tembangkan cinta
serasa kita berbincang karenanya
sedang gemulai diri tarikan semesta
melnggang dengan raga
berputar-putar saat hingar-bingar
lalu pudar dibayang samar
ditepi hati ini bayangmu bersemi
dalam senyuman yang rumit tuk dijabarkan
seperti terpendar dibalik awan
sedangkan masa antara kita berbatas gulita
entah bagaimana nanda menyemaikannya
agar tumbuh bunga ditaman jiwa
bukan tersudut daku dipelabuhan rindu
serasa muak akau dicumbu semu
dimana pesonamu,.. ?
izinkanku tuk merangkum dalam khazanahku
agar tiada kelu lidahku
tuk memanggilmu bila bertemu,..
 
 

SEULAS PANDANG

Mengulas pandang
di saat rasa berdendang
menabuhkan rasaku,..
maka dengarkanlah olehmu
dan nyanyikan buatku tembang rindu
akan kuberi dirimu sekeping kalbu
meskipun tiada akan menghapus waktu lalu
meskipun tiada akan usang yang dijalani sekarang
namun akan ku teguhkan,..
sekedar berharap akan masa depan
seharusnya kita akan tiba di ujung rencana
meneguhkan semua yang ada
betapa indahnya mencita-citakan kebahagiaan
betapa kita telah melupakan gundah gulana
semoga tiada lelah hati untuk mengerti
semoga tiada bersedih pencarian diri di jalan hati
bernyanyi dengan nada-nada yang pasti
lalu menyapa kidung syahdu
dan tetap hati,.. terpaku
menatapmu,.. memandangmu
memperhatikanmu,
betapa daku bersungguh-sungguh
menterjemahkanmu,-



MEMASTIKAN

Termenung siang dirundung mendung
disingsing senja menghiba-hiba
bias-biasnya menghapus mentari
mana pesona akan indah?
jikalau kebahgiaan selintas saja?
biji bunga pun tumbuh di pelukan bumi
berkembang di buaian waktu,.. lalu berseri-seri
hidup seperti tidak dari satu alasan
tiada cukup warna bila yang ada tak bermata
adalah yang terbaca ditanggalkan makna
disini daku ditinggal waktu
karena bahasanya telah ku lupa
mungkin saja dia cemburu
karena aku terlalu memikirkanmu
kenangan berisrat beban
di bahu memberatkan
kaki yang berjalan sempoyongan
jika tiada di semangat yang di ingat
manalah mentari esok akan terasa hangat
teman jangan berikan daku keraguan
karenanya daku akan berduka cita,-


KANVAS HATI

Siang ini hatiku bersedih
panjang masa terjebak rasa
kasih,.. semoga engkau di nantikan rindu
dikejar kecintaan atasku
kecintaan yang tiada pernah engkau kenali
meski di ruang mimpi
kecintaan yang datang dengan di terbangkan
bukan berjalan tertatih lalu letih
lalu tumbang seperti pagi memangkas mimpi
Selintas jalang ingatan melintas
tentang kenangan yang tiada berbatas
tentang paras dan senyum yang membekas
dan geliat manja panas menguras
melunakkan hati yang lama mengeras
begitu daku melukiskanmu di kanvas
kanvas hati sebagai majas,..

YANG KU LUPAKAN

Daku memang pelupa
 

ku cium harum bunga kamboja
 

jalan di depan hanya satu arah
 

susah sekali dan susah hati untuk mengerti
 

meskipun pasti itu kan ku alami
 

terkadang bewarna warni hati ini
 

bila mengingatnya sewaktu-waktu ngeri
 

daku perantau tiada pandai memantau
 

semoga kelak tak menyesal
 

karena badan kekurangan bekal
 

Ahh laksana pengembara
 

pastilah tiada berarah,-


Thursday, March 22, 2012

PASANGAN HATI

Tuk dendangkan rindu engkau ku tunggu
karena hatiku sudah mengukirkan cinta
jangan pernah bertanya aku kenapa
begitu kiranya canda asmara
senyuman dimata tiada pernah padam
menari indah tiada mampu ku redam
gelapnya malam bak terang benderang
tersentuh kerinduan jiwa meradang
owh,.. dinda mari menari
jangan bernyanyi tembang nan sedih
cawan hati t'lah terbagi
malam ini mari kita nikmati
reguk rasanya jua resapi
begitulah kiranya sepasang kekasih
,-

GELOMBANG SIANG SELIMUT MALAM

Malam sunyi,..
ketenangan merindui
wajah dunia berganti rupa
mengungkung pesona
upaya raga melemah
bisik-bisik jiwa menggoda
bak bibir nan ranum
rembulan tersenyum
siang tadi panas begitu ganas
serasa kulit ini hampir terkelupas
dan aku berjalan dengan bergumam
perjuangan keseharian
ku kemas dengan senyuman
semoga membias arti dari kesabaran
dan satu tekadku esokpun akan begitu
berulang dan berulang
ku cermati saja semua 
dari niat dan prosesnya,-


KENANGAN TERTELAN KENANGAN

Senja ini dalam niat saling mengingatkan
tentang satu janji yang pernah kita patri
dengan kesepakatan saling menitipkan hati
saling menyinta pun saling sayang-menyayangi
Kini kita bertatap muka,
entah kenapa engaku begitu tegakkan kepala
sepertinya ada yang hilang dan berubah
tiada lagi kurasa apa pernah terjadi dulu kala
serasa hatiku terbelah jadinya
ada sayatan kecil bukan satu serasa bagai sembilu
ingin kubagi namun tak tahu siapa yang mau
aku hanya mampu diam membisu
belajar menikmati kesedihan hati ini
hati yang telah ku beri padamu duhai kekasih
hati yang pergi sedangkan tiada akan kembali
mungkin akan terganti namun itupun tiada pasti
sepertinya aku akan hidup dengan tak berhati
meskipun itu tidaklah manusiawi,-
 
 

KASMARAN

Cantik,..
engkau selalu tampak menarik
mungkin engkau terhias simpatik
bulatnya bola mata berhias bulu nan lentik
lembut jemarimu jua lentik
jikalau berjalan semua mata kan melirik
Owh betapa ketenangan ini terusik
serasa begitu saja semua kesetiaan berbalik
baik sekali engkau menata diri dengan begitu resik
seakan yang dipandang adalah yang terbaik
pada dirimu seolah tiada yang patut tuk dikritik
adalah suatu kewajaran seorang insan yang tiada munafik
begitulah daku digetarkan waktu
dalam selayang pandang
jatuh pada ketertarikan,-


DIRIMU ASAKU

Senyaman pesona alam
 

seindah butiran mutiara
 

disaat senyum merekah
 

menghias rupawannya wajah
 

dulu pun engaku kucinta
 

sampai kini setia menanti
 

tak jemu di dekap sunyi
 

tiada letih walau sendiri
 

dan hadirku adalah karenamu
 

senafas asa tiada pernah ku lepas
 

harapan bak kejapan
 

tiada kan hilang
 

dari tatapan,-

W A R N A M U

Seragam warna
di kejauhan sana
pernah ku pinta

tuk mengisi jiwa
menanti hadirmu

di relung kalbu
berbisik merdu, 

menemani tidurku
Dan kini pesona diri

menari-nari
menghibur hati

yang t'lah lama sunyi
seperti telah penuh terisi

taman hati bersemi
indah asri dan berseri-seri

sepanjang hari
Kasih,.. terima kasih,-


T E R G O D A

Mereguk nikmatnya hidup
menawan memandang awan
sahut menyahut sepi tersudut
bercinta dengan nikmat yang ada
di lebur pandang matamu
yang mengguyur alam sadarku
betapa isyarat pesona wajah
tiada daya melekat di angan hamba
terkenang-kenang dalam khayalan
malam-malam tadi 

pun menghimpit mimpi
owh siapa yang terayu 

dan siapa yang merayu
serasa diri dimainkan akal fikirku
semua karenamu,.. duhai kekasihku,-


L E N T E R A

Ku jilati luka yang menyayat
mengerat hati hingga sekarat
sepanjang hayat pilu menyemat
menepis nikmat yang pernah lewat
menanti rahmat sebagai obat

Membuka ruang kaca
ku seka segumpal jelaga
mencari jernihnya
agar saat lentera menyala
akan terang sekelilinganya

Menyalakan api sendiri
berharap hangat ku dapati
bila kunanti mestilah luput dari diri
sedang malam ini terasa begitu sepi
sendiri tiada yang menemani,-


RONA PESONA

Tembang kesyahduan
melambung kerinduan
lalai dalam gemulai
kalbuku terbelai
indah nian kata bertari
seiring ritme kalbu berseri,

Bilur-bilur hati yang menyelimuti
engkau usap begitu dalam meresap
tiada kata yang mampu ku ucap
inginnya diri duduk menghadap
mengurai wajah
dengan seksama,

Biarlah akan kusapa duka yang ada
agar merona tatapan mata
mengembalikan keindahan
semoga masih tersiratkan,-


B A T I N

Yang kusulam bukan angan
mengingat pun bukan kenangan
tak akan ku cabut bunga dijambangan
masihkah mata tetap berlinang?
terseok-seok ku tatap esok
di lambai impian tergoda harapan
aral yang terjal langkah terganjal
Oowh,.. bila gelapku kekal?
niscaya kan hilanglah bekal
terbersit mentari kan terbit
berjajar fajar yang berpijar
alam berujar selalu wajar
asa ku kejar tak hampak henti beredar
Duhai Ilahi Robbi tuntunlah diri
selaksa gempita mengisi kepala
di dalam dada semoga tak ada
karena ruangnya hanya untuknya
biarkan hatiku sepi oleh rasaku
Haramlah dunia bertahta disana,-


MENJARING MIMPI

Kembara angan melayang
di saat dedaunan diam
seperti waktu kala malam
sadarku tenggelam
lewati malam sepi
dan,.. bernyanyi
ritme'nya rendah tinggi
sy'iarnya tiada bunyi
tiada aksara untuk kata
suratan tak tersiratkan
mendekam dalam sekam
lamalah kan padam
surya tenggelam diujung sana
sedang rembulan belum datang di sini
satu,.. satu ku urai tali rindu
kerinduan dalam ikatan,-



BERKAYUH RINDU

Lantunan sepi pada malam sunyi
 
begitu hatiku nan sedih
 
seorang diri menanti
 
hadirmu adalah kerinduanku
 
kebahagiaan seperti tiada ku dapati lagi
 
haruskah ku tabur bunga
 
di tanah merah nan basah
 
basah dengan air mataku
 
seakan merintih menanggung rindu
 
bernyanyi hanya gumaman
 
menari di pelupuk khayalan
 
agar erat tali ikatan
 
tiada lain nikmat yang kuharapkan,-


NUANSAMU PESONA RINDUKU

Gelombang kerinduan
menyuratkan rasa yang engkau tuliskan
beriring dengan riak air nan mengalir
bersama gelombang samudera biru
menghantarkan kata-katamu
tuk merangkak dipantai hati
menggapai pasir pantai nan putih
dan semesta selalu bernyanyi
hantarkan nada nada pesona
yang mendendangkan rasa
rasa cinta dan kerinduan
rasa hati dan jiwa ini
yang datang dan pergi
laksana buih-buih 

silih berganti,-

KARYA HATI

Berkarya dari hati
susah senang adalah berarti
khususnya buat diri
umumnya tuk berbagi
agar jiwa dilapangkan
berkurang beban dalam tanggungan 

semoga seperti burung yang terbang
jangan lupa sesekali hinggaplah di dahan
agar tiada lelah merat asa
tiada jengah dengan segala yang ada
tiada kebaikan yang akan tersia-sia
biarkan saja mereka larut dalam tanya
ataupun tenggelam dalam kata "Mengapa?"


KASIH BERPAYUNG RINDU

Bintang-bintang dalam geliat malam
rona mega bersama 

dalam gelimang gulita terwakili angan diri
menapak jejak dalam bait-bait sajak
jalan menurun pun menanjak ku pijak
dimandikan keringat yang masih hangat
sehangat senyummu yang membakarku
sehingga daku terkapar 

dalam rindu nan menggebu
terhapu segala tembang pilu
terlupakan lelah di badan
bersama kecintaan 

yang datang laksana hujan
dan daku berpayung kasihmu,-


BUNGA SALJU

Siang dalam renungan
di pelupuk mata semua terbayang
laksana berlengan khayalan mencengkeram
di saat kerinduan tiada habis tuk di tumpahkan
ke dalam cawan cinta yang tiada pernah meruah
kutung dan ku tumpah
ku tuangkan dan ku tumpahkan
betapa daku dalam kemabukkan
dan gila didera air mata
sampai kini inginnya hati berpelangi
ataupun kalbu kan berbunga salju
usap air mataku,..
andai terbiar mungkin akan membeku
menutup pandang mata ini
lalu akan ditikam sepi yang pedih
haruskah berakhir tiada arti?
lalu dikafankan dengan penyesalan,-


TEMBANG NYATA

Ku wakili tembangmu
tembang sendu membawa rindu
tembang kenangan 

yang berlinang angan
dan tembang harapan 

tuk berjalan didepan
seperti cerita kepahlawanan
sedangkan yang nyata pada kita
laksana peminta minta pada tuannya
siapa yang pemurah?
siapa yang menghamba?
jelas sekali apa itu welas asih
nampak sekali apa itu jernih
esok belum terjadi
takutkah kita kelak menangisi?


P E N C A R I

Semestinya daku melihat
adalah diri terlalu lama berserikat dalam pekat
menembangkan budi agar sehati
setidaknya ada warna putih menghiasi
tirai jendela belum terbuka
entah siapa yang menutupnya serasa telah lama
pernah ku pinta namun lupa tuk tabah
hmm,.. pemilik rumah 

menganggap setengah setengah
mungkin iya mungkin tidak
semoga jawaban ada sebelum senja
dan semoga tiada terburu lelah
lalu rebah saat malam menjadi gulita,-




BUAT SIAPA ?

Hmm,.. bila malam ini ada 
yang menggelar lara
tentulah tiada mengapa,
semua terlanjur sunyi
hati tak perlu lagi utuh bila tak berisi
patahkan saja atau hancurkan agar terlupa
apalagi telah hilang semua cerita kita
cita tak bercinta, 

sedang kata sayang 
seperti keringnya ilalang
baiknya terbakar 

bersama keringnya belukar
pada yang baru tentulah kan bertukar
ahh,.. sudah terlalu lama 

kita melukiskan rasa
sedang jiwa tak jua mengerti arah
rasa hamba tak berkawan makna
Kata Hamba tak berlawan kata
harusnya semua tentangku 

hanya untukMu,-

Tuesday, March 13, 2012

BUAT SIAPA ?

Hmm,.. bila malam ini 
ada yang menggelar lara
tentulah tiada mengapa,
semua terlanjur sunyi
hati tak perlu lagi utuh bila tak berisi
patahkan saja atau hancurkan agar terlupa
apalagi telah hilang semua cerita kita
cita tak bercinta, sedang kata sayang seperti keringnya ilalang
baiknya terbakar bersama keringnya belukar
pada yang baru tentulah kan bertukar
ahh,.. sudah terlalu lama kita melukiskan rasa
sedang jiwa tak jua mengerti arah
rasa hamba tak berkawan maka
kata hamba tak berlawan kata
harusnya semua tentangku hanya untukMu,-




Di ujung pena,..dihulu tinta
akan kemana,..kubawa cinta
sedang hati tak lagi putih
tiada bertempat kata ku gurat
hanya rindu yang setia
beriring nafas yang masih ada
laksana batas,.. sempat dipunya
hanya namanya, hanya tentangnya
hanya untukmu, mungkin kalbuku
asa terpadu itu mencumbu
rasa hatiku mengharapkanmu

ku senandungkan dalam tembang malamku
kusibak tabir resah
menggapai kepastian harapan
bahagia kan terkesan
nikm atnya semoga merasuk dalam hatiku
jua hatimu,..
 

KEMBALI PADAMU

Malam yang melelahkan
taburan bintang tiada menantang
rasa direjam lelahnya badan
di lorong sepi menanti
di depan sana berujung sederhana
belantikanya adalah bahagia,

Serasa resah di pemikiran
meraung harapan atas kegagalan
wajah menadah ke atas sana
yang dicari cari adalah pertolonganNya
meminta minta dibalik doa
memanglah diri,.. disitu kembali,

Tak ayal,..menari khayal
lamunan mengganjal
bak kuda bengal,-


SALAM PERADUAN

Dalam sketsa rasa
salah satunya adalah rindu dan cinta
di ujung harapan tentulah kebahagiaan
nyanyikan tembang syahdumu
jangan sumbang yang berkembang
telinga kita sama bibir pun tak beda
raga serupa jiwa pun jua
yang memilah hanya kebaikan
buatkan dalam kebenaran
begitu harapan berkawan
Serasa dirindukan mimpi
ketika malam telah sepi
kasihan pembaringan yang sendiri
tentulah bersuka bila disana daku rebah
jasad dalam kediaman yang tabah
arungi samudera diantara dua mat
dibawah alam sadar buaian beredar
menanti esok pagi terpendar
tentulah kan hangat keringat membakar
salam malam kawan
salam jelang peraduan,-


TEMBANG SYAHDU BUNGA RINDU

Sekuntum bunga rindu
pada lorong semu
di sepenggal waktu
rasa terangkai dari banyak tangkai
menuansakan ke syahduan
sebagai kebahagiaan yang menjadi harapan
bertahta indah gambaran mulia
di singga sana damainya kata rela
di saat kelopak bunga tiada kan layu
ataupun kering lalu terjatuh
bumi tiada lagi menanti
karena amanat sejati
yang tunai ditiap-tiap diri
merekah abadi
karena kerinduan terhapuskan
siratan cahaya pada benda tek akan lagi membayang
air yang mengalir tiada riak hanya tenang
tiada seperti kubangan di lorong kiri
adalah kenistaannya abadi
dibakar sesal
biji berbunga namun hampa kodratnya
menghiba hiba atas ampunanNya,-


TEMBANG JELATA

Sedih ku tabur saat mengubur
sang figur yang telah gugur
karena jalang di medan perang
di rekah serakah kemilau dunia
dan kalah terlaknat oleh siasat
karena amanat di anggap nikmat
hati tersengat akal khianat
ihwal mengawal seputih melati
di ambang masa direguk ambisi
jerit nelangsa yang menangisi
berakhir cerita sebagai pendosa
sayang disayang pandang tak terang
kerlip kunang kunang di sangka bintang
berlinang air mata diredup cahaya
sesal sahaya salah menyinta
pandang meremang hati pun gamang
karena gersang dengan kepercayaan
di berjuta jiwa tabiatmu ada
terkenang nyata jua pahitnya,-
 
 

SAMUDERA RASA

Gemulai jari jemari yang menari
lenggang melenggang terkadang bimbang
menyulam kata bermain makna
semoga tyang tercurah tiada kan sia-sia
meskipun alfa sifatnya manusia
air ku tuang dicekung cawan
bukan berarti dermawan
siang kulewati senja kulalui
malam mengganti peosna sunyi
bintang bernyanyi di semesta gulita
saat bernaung mega dibawahnya
tiada jiwa yang akan mulia
tanpa upaya menunaikan wajibnya
kalaulah ada dalam upaya
niscaya tak salah kita mencoba
bukan tempat kedudukan dalam harapan
namun figur hati terlanjur meyakini,-

SESAL BERKAWAN DO'A

Gemulai angan mengenang
hening memori terlewati
dikelam angkasa jiwa
dihias bintang derita
telah berlalu kerlip binar matamu
dan luput suratan yang engkau siratkan
berkawan pedih dan perih
seandainya aku tahu,..
isyrat kata perpisahan
mungkin dalam kejapan waktu kuhapuskan
tuk sekedar bersama diambang masa
dan batas kodrat tiada kau lalui sendiri
dan kini aku kau tinggal pergi
Ooh,.. takdir yang getir
tak berdaya ditusuk takdir yang mencibir
isak sesal tertambat dibibir
sedang yang ku bisa hanya tundukkan wajah
mengubur senyum bersamanya
membenamkan wajah,..
semoga kan sampai didasar dada
tuk menghiba dalam do'a
keluasan dan kerelaan dalam pinta
kodrat bila menggurat
tak harus menabur pekat,-


CINTA PASTI KAN BERBALAS

Duahai laksmana,..

menepilah jika ombak meresahkan samudera
 
karena perjalanan bersyarat kesabaran
 
jangan mengais waktu bila tak tentu
 
karena yang didapati hanyalah ragu
 
besar karena tetesan
 
ketabahan adalah ruang tunggu
 
ada yang terbaik buatmu
 
tegakkan saja tiangnya
 

agar layar mudah dikibar
 
dibisik angin seperti yang kita ingin
 
dipelabuhan zaman sandaran pesan
 
meneguk keyakinan yang t'lah dituang,-


BENIH HATI TABURAN RASA

Berikat hati,.. bertali janji kasih
meminta asa untuk bersama
dipadu dua jiwa yang tak sama
meliburkan kesendirian
memaksakan kesamaan
laksana dua mata air yang mengalir
sedang pada satu muara tujuannya
akan bersuka ataukah berderai lara?
dijalan sana kelak akan setiakah rasa?
namun kerinduan tiada tertahan
sebagai bingkisan dari kecintaan
disiratkan takdir tanpa harus disibukkan fikir
adalah cinta kita pelangi karunia
seterang hujan yang t'lah tiba
secerah harapan akan keindahan
begitu taburan benih kasihku
dilenganmu bersandar nasibku,-


Y A K I N L A H

Menapak jejak malam tadi
bersama mimpi yang akan terganti
menantikanmu adalah pasti
laksana cinta dan kerinduan diri
yang selalu untuh di dalam hati
bersama melukis pelangi
berdua menautkan mega rasa
dilangit harapan kan selalu terbersit
alam kebahagiaan akan datang
segala keindahan sudah di peruntukkan
biar bulan dan matahari terbit tenggelam
dihati musim cinta tiada kan terganti
begitu teguh namamu dihatiku
begitu cerah harapan akan kita
kasih,.. semoga engkau yakini
seperti apa yang ku yakini,-
 
 

PANTUN HATI

Kumbang merindu awan menyinta
dikerling daun hijau kuning
tembang syahdu dicawan cinta
sebening embun engkau kuingin

luas samudera tempat nan teduh

kilau mentari ditahta tinggi
lekas mendera dekat dan rapuh
kalau mencari cinta sejati

Halus jelaga menoreh bibir
diusap lengan basah merata
haus dahaga beroleh getir
berucap jangan resah menyinta

terseret pasir tenggelam dirawa
tumbuhlah rumput karenanya
sederet desir dalam jiwa
tentulah tersebut hanya namaNya,-
 

TAK HARUS PERMATA

Malam dalam ungkapan
seperti tiada siap dijelang gelap
adalah hatiku masih berharap
jangan terlelap terlalu cepat
beri setetes padaku pengertianmu
bukankah engkau tahu
betapa telah lama diri menunggu
menunggu kebersamaan dalam keceriaan
ungkapanmu adalah nyanyian
sedang jawabanku adalah tarian
akankah engkau tiada bersuka cita?
seperti semaraknya hati yang kini ku rasa?
tiada harus engkau menjadi permata
cukup bagiku sekeping kaca
dengan berjuta kejernihan hati yang dimengerti
di saat jernih menimpa hati
sungguh kilaumu selalu memukauku
duhai kekasihku
begitu daku merindu,-