Tuesday, March 13, 2012

TEMBANG JELATA

Sedih ku tabur saat mengubur
sang figur yang telah gugur
karena jalang di medan perang
di rekah serakah kemilau dunia
dan kalah terlaknat oleh siasat
karena amanat di anggap nikmat
hati tersengat akal khianat
ihwal mengawal seputih melati
di ambang masa direguk ambisi
jerit nelangsa yang menangisi
berakhir cerita sebagai pendosa
sayang disayang pandang tak terang
kerlip kunang kunang di sangka bintang
berlinang air mata diredup cahaya
sesal sahaya salah menyinta
pandang meremang hati pun gamang
karena gersang dengan kepercayaan
di berjuta jiwa tabiatmu ada
terkenang nyata jua pahitnya,-
 
 

No comments:

Post a Comment