Termenung siang dirundung mendung
disingsing senja menghiba-hiba
bias-biasnya menghapus mentari
mana pesona akan indah?
jikalau kebahgiaan selintas saja?
biji bunga pun tumbuh di pelukan bumi
berkembang di buaian waktu,.. lalu berseri-seri
hidup seperti tidak dari satu alasan
tiada cukup warna bila yang ada tak bermata
adalah yang terbaca ditanggalkan makna
disini daku ditinggal waktu
karena bahasanya telah ku lupa
mungkin saja dia cemburu
karena aku terlalu memikirkanmu
kenangan berisrat beban
di bahu memberatkan
kaki yang berjalan sempoyongan
jika tiada di semangat yang di ingat
manalah mentari esok akan terasa hangat
teman jangan berikan daku keraguan
karenanya daku akan berduka cita,-
disingsing senja menghiba-hiba
bias-biasnya menghapus mentari
mana pesona akan indah?
jikalau kebahgiaan selintas saja?
biji bunga pun tumbuh di pelukan bumi
berkembang di buaian waktu,.. lalu berseri-seri
hidup seperti tidak dari satu alasan
tiada cukup warna bila yang ada tak bermata
adalah yang terbaca ditanggalkan makna
disini daku ditinggal waktu
karena bahasanya telah ku lupa
mungkin saja dia cemburu
karena aku terlalu memikirkanmu
kenangan berisrat beban
di bahu memberatkan
kaki yang berjalan sempoyongan
jika tiada di semangat yang di ingat
manalah mentari esok akan terasa hangat
teman jangan berikan daku keraguan
karenanya daku akan berduka cita,-

No comments:
Post a Comment