Dahulu anak itu masih beribu
sepanjang waktu dibuai selalu
jika datang satu masa
kasih ibunda tersendat lara
jalani sakit yang telah mendera
ditepian ranjang alam hunian
memberi perawatan siang dan malam
waktu melemah semakin suram
lemas kaki tak mampu melangkah lagi
harus digendong sepanjang hari
anak itu setia menemani
apalah dikata takdir mendapati
dipangkuan ibunda pergi
tiada sekejap pandang terlewat
jiwa terguncang begitu hebat
jangankan menjerit berucap pun tak dapat
hanya kenangan masih teringat
dan airmata terasa hangat
itulah duka teramat menyengat
terturut sebagian nyawa tersemat
kini ananda jadi ajimat
diwajah dunia hampa tak nikmat,-
sepanjang waktu dibuai selalu
jika datang satu masa
kasih ibunda tersendat lara
jalani sakit yang telah mendera
ditepian ranjang alam hunian
memberi perawatan siang dan malam
waktu melemah semakin suram
lemas kaki tak mampu melangkah lagi
harus digendong sepanjang hari
anak itu setia menemani
apalah dikata takdir mendapati
dipangkuan ibunda pergi
tiada sekejap pandang terlewat
jiwa terguncang begitu hebat
jangankan menjerit berucap pun tak dapat
hanya kenangan masih teringat
dan airmata terasa hangat
itulah duka teramat menyengat
terturut sebagian nyawa tersemat
kini ananda jadi ajimat
diwajah dunia hampa tak nikmat,-

No comments:
Post a Comment