Thursday, December 29, 2011

J A L I N A N

Ba'syar terkapar,..
dibumi yang terhampar
insani menggapai asa samawi
akal terkatung di ubun ubun
yang kasar akan pudar
yang halus niscaya terurus
hati menjejaki onak dan duri
ditongkat kayu yang rapuh
lapuk oleh usia dicanda dunia
menerka-nerka noktah asa
yang terbawa dipanjang masa
menghiba-hiba pada takdirnya
lalu rebah digilas rencana
berserah atas kehendakNya,..

B E L E N G G U

Basyarku menggelapar
yang kujalani bergetar
pandangan memudar
semua nampak samar
dipelan aliran darah
keseimbangan terjarah
keteguhan gundah gulana
daku tersudut dibanyak penjuru
tarik-menarik diterik jasmani
inderawi dihujam uji
betapa lemah tanpa nyali
asa meronta
tak urung terpasung
sesekali angan melambung
di awan membumbung
lalu dikedalaman tertimbun
hanya mencoba tuk sekedar terbangun,..


Monday, December 26, 2011

RIAK HATI

Deru kalbu
diombak dunia
getarnya nyata
menggulung rasa
limbung sejadi-jadinya

Bukan seuntai sya'ir

yang menuntut tuk berfikir
kalaupun indah terukir
dari hati semua mengalir
yang diolah adalah dzikir
agar kebenaran tak lagi kikir
kebaikan ujaran ajaran bertafsir

Seindah-indahnya kata

tiada guna tanpa dicerna
kearah mana tujuannya
pertemananlah landasannya
mengingatkan sebisanya
kebaikan ajakannya
demi kebahagiaan bersama

SALAM DARI MATA

Cinta mengitari mata
mungkinkah akan berhenti edarnya
saat mata ini pedih didera debu
yang bertabur dari dalam hatiku
air mata ini tertahan
di sudut mata menggenang
walau tiada terdengar isakan
nun terasa tersedak
ditengah tenggorokan
menghaus rasa di jiwa
menggetarkan rasa
mengena pada raga
semua tak nampak setia
karena dunia yang fana,-
Di ujung siang di awal senja
mengiring gelisah hati tentangnya
Menerka nerka sendiri jalan hati
memaknai tiap tiap langkah yang dilewati
melupakan keluh kesah pada sesama
merambah dunia rasa
menyibak ujung jalan
hidup bertujuan
pada jalan keselamatan
dan pena yang ku genggam
menuliskan asa dan rasa dibadan
memperkirakan apa yang ada didepan
ku tuai sendiri, rasa hati yang bernyanyi
bahagia dan laraku adalah kalimatnya
beriring sedu sedanku pada'Nya,..
 

S U A R A H A T I

Di sepinya malam
di ruang sunyi
getar getar hati
dengan gemulainya menari
Sedang kidung rindu
mengalun di ujung kalbu
tentang Hati yang menggebu
tuk temui sejumput rindu
di bawakan tuk di kesankan di badan
menyuratkan pada akhir tujuan
tersiratkan dalam panjangnya titian
semoga kan terbakar cinta 
bersama rindu yang tercurah
yang tersimpan dibalik dada
yang halus suaranya,-

HARAPAN YANG HILANG

Rasaku di damparkan rindu
di sesatkan cinta yang menghiba
sedang dunia fana membakarnya
Rusak hati berderak
noda yang datang berarak
memang asmara maut mengena
jika laksana tak ada di tempatnya
melukai jiwa, merintih sedih
berhalusinasi, tentang kebahagiaan sejati
dan cinta yang berkembang terbakar
hilang menjadi arang,
warnanya legam
di pandang suram
lalu kita bermuram durja
benih cinta tiada berbunga
yang tumbuh luka karena durinya
luka yang menganga jua bernanah
mengais diri, di rundung sedih
harapan menepi
tujuan pergi
dan diam dalam kenangan
karena pahit yang tak terelakkan,-

W A J A H

Wajah sendu setelah teduh
wajah yang merindu karena cinta
mendekat pada keagungan
atau berbalik pada ke hancuran
rasa lelah sering kali di dapati
lalu mencoba berlari pada harapan
sekedar membangunkan gerbang asa
agar hangatnya cinta tiada terlupa rasanya
tiada mau jika harus dingin apalagi beku
sungguh semua akan terasa menyiksa
karena cinta butuhkan api
untuk menghangatkan dan penerang
bukan warna yang berkobar kobar lalu membakar
menghitamkan jiwa bak arang nan kering
lalu rapuh menjadi debu
menjadi bubuk tiada berbentuk
mewarnai diri sehitam jelaga
lalu dalam ketersesatan yang panjang
terombang ambing di lautan penyesalan
seperti di tengah samudera
nan tak bertepian
dan pantai harapan sama sekali
terharamkan untukku
berlabuh,-
 

K E N A N G A N

Cermin ini cermin kita
bukan kaca tetapi berkaca kaca
tiada cinta hanya rindu nan merana
menerka nerka di mana akan di temui
kekasih duhai,.. pujaan hati
mengingatnya menitikkan perih
sudut mataku meremang dan kelabu
dada ini memelas menahan haru
dan tetes tetes air mata ini bukan mendaki
tetapi meluncur dari sanubari nan hancur
hanya dengan satu kenangan
satu kenangan di masa nan silam
kelam bersama satu nama yang tenggelam
tinggalkanku dalam termangu,-
 

K A M U


Haruskah ku tuliskan kidung lara
tentang penantian dalam penderitaan nan setia?
memang cinta ini tak lagi menjadi rasa hati
hanya bias biasnya saja yang terkadang menari
menipu kebahagiaan diri
menenggelamkan dalam ke raguan
agar harapanku terganggu
berputar-putar berfikir tentangmu
tentangmu saja,..
sebegitu tegakah setia menghampa dalam kesendirian
sedang hati ini telah tercuri terenggut di bawa pergi
sesalku menanti kebahagiaan itu akan kembali
sabda hati tiada mampu mengingatkan dalam pesan
lupakan,.. lupakan dan lupakan
tak bergeming sebelum masanya tiba
pelangi kan bewarna dalam cahaya
setelah hujan usai,-
 
Kodrat yang ku jalani
dalam tautan duka dan bahagia
dinamis semua terlukis
yang kuwarnai adalah hati
adalah akal ini sekedar memilah dan memilih
alam nyataku mengendarai hatiku
atau alam hati ini hanya akan sebagai pemerhati
berebut kendali hanya untuk di kenali
yang di depan terpandang
dan yang di belakang mengikuti
tentang cinta, tentang asa, tentang mu
alamku, semestaku tentang asmara dan rindu
semua hakikatnya adalah tentang aku
keyakinan penyuluh kalbu
kesenangan yang selalu merayu lagi menipu
melupakan semua, yang di raga dan di rasa
akankah hadirnya diri kan tersia sia
dalam cerita yang menghampa
bergetarnya hati
akan ujaran dan ajaran
yang mau tak mau akan di pertanggungkan
semoga sesal di badan adalah jalan
jalan cerah meski sekejap saja,-

 

KADO BUAT RASA

Kepekaan yang datang
sedang jemari tiada mampu tuk menuangkan
yang pasti mengiang pada rasa
menimang pada jiwa
andai kita rela,..
andai kita mau peduli
dengan cinta
setidaknya sebagai pemerhati
selebihnya meletakkannya dihati
jikalau bergolak oleh panasnya
Naluri pengingatnya
seketika beku dan ragu
maka hafalan menunjukkan jalan
maka galilah,..andaipun lelah
layaknya kita akan berbaring
diliang itu,..
sungguh dia Maha melepaskan
lalu dia Maha mengambil
dan Maha menepati Janji,..
semoga kuperbaharui janjiku
dengan janji yang baru
dan memulai janji itu,-

‎R U A N G

Berkalung beban
tongkat kayu dipundak
tiada berteman langkah kaki
seteru rasa selalu ada
hitam putih silih berganti
sedang ku berdiri diabu-abu kalbu
menuntut akalku untuk menempuh
menimbang dan menyayang
kehidupan terlalu membuai
dalam detak jantung diri berkabung
ditiap tarikan nafas aku terhempas
rumait sekali kukembangkan layar ini
jasad seperti tak bernadi
andai darah dalam putaran yang tak setia
hakikatnya tersimpan satu Nama
Nama yang dulu menghantarkan nafasmu
Nama yang memperjalankan
dan Nama yang melepas kita
bercerai dariNya dirasa nan hampa
hampa tuk terisi
bukan ditangisi,..

K E R A G U A N

Sebentuk cinta yang lelah
diantara sayap-sayap pedih
,.. yang teryakini
memandang pada rasa
,.. ia resah,..bosan
memandang di hati
,.. ia berkalang derita
memandang pada sesama
,.. hilang naluri
beginilah hati nan kelu
bukan tak mau hanya meragu
kenyataan t'lah diamkanku
tuk suarakan seruling asa
dalam cinta dalam rasa
karena buih-buih hati
,.. selalu didera kepiluan
diakhir cerita menyesakkan
bukan hanya asmara
bukan itu saja yang diletakkan
,.. dibalik dada ini
Indahmu kuyakini
bahagia karenamu kumengerti
tapi bersekutu denganmu aku ragu
seperti gugurnya helai kelopak kembang mawar biru
yang tiada dikenali oleh mimpi
dari Vas-nya yang bersulam kelam,-

Saturday, December 24, 2011

KESETIAAN HATI

Tanpa Gerak tanpa kata
dipersaksianku bahasanya utuh
keindahan memilih sendiri
tuk bertempat didalam hati
dengan riuh tak mesti bersekutu
di sepi tiada harus tertutupi
dihati selalu tersembunyi
hanya pada rasa ia mau terbuka
yang mendapatinya
bertabur berkah nan nyata
tetapi hati ini menari sendiri,
bersuka-suka sedih
penderitaan kuhampiri
seprtinya daku akan setia,..
pada luka dan duka,-

BAYANG KERINDUAN

Duhai,.. bayang-bayang rindu
betapa ku mengingatmu
seprti kecintaan yang kau sematkan
,.. dibalik dada ini
tumbuh merekah
bunga indah mewangi dihati ini
dan daku selalu menunggu
saat madunya akan tumbuh
mendamaikan,..
dan andai engkau tahu
yang kutuang adalah namamu
dan yang terbuang adalah masa laluku
karena kerelaan t'lah tulus
ego diri pun terhapus
seperti impian yang terhenti
dipenghujung pagi,-

KERAPUHAN

Wajah sendu setelah teduh
wajah yang merindu karena cinta
mendekat pada keagungan
atau berbalik pada ke hancuran
rasa lelah sering kali di dapati
lalu mencoba berlari pada harapan
sekedar membangunkan gerbang asa
agar hangatnya cinta tiada terlupa rasanya
tiada mau jika harus dingin apalagi beku
sungguh semua akan terasa menyiksa
karena cinta butuhkan api
untuk menghangatkan dan penerang
bukan warna yang berkobar kobar lalu membakar
menghitamkan jiwa bak arang nan kering
lalu rapuh menjadi debu
menjadi bubuk tiada berbentuk
mewarnai diri sehitam jelaga
lalu dalam ketersesatan yang panjang
terombang ambing di lautan penyesalan
seperti di tengah samudera
nan tak bertepian
dan pantai harapan sama sekali
terharamkan untukku
berlabuh,-
 
Duhai senja
lakarmu berkibar
kelakarmu membuat berdebar
betapa daku terhanyut tuk turut
sedang daku takut sekali akan gelap
saat mata tak mampu mengerjap
lihatlah diri disini,.. ?
digoda rasamu memerah wajahku
jengah mewarnainya,..
betapa takut kan terlena karenanya
oww adalah mimpi ku takut kan berlari
karena indahnya pesona kata
keindahan ini telah menjadi nyata
biarlah nestafa kan hilang saja
karena bahagia tlah berpihak sudah,-
 

K I T A

Cermin ini cermin kita
bukan kaca 
tetapi berkaca-kaca
tiada cinta hanya rindu,.. nan merana
menerka nerka di mana akan di temui
kekasih duhai,.. pujaan hati
mengingatnya menitikkan perih
sudut mataku meremang dan kelabu
dada ini memelas menahan haru
dan tetes tetes air mata ini 
bukan mendaki,...
tetapi meluncur dari sanubari nan hancur
hanya dengan satu kenangan
satu kenangan di masa nan silam
kelam,... bersama satu nama yang tenggelam
tinggalkanku dalam termangu,-

 

JANGAN PERGI

Senjaku,..
engkaulah rintihan manja
lihat aku yang diuntai pilu
petang menjelang
kesedihan menghadang
sedang malamku tak pernah terang
tiada henti menatapi wajah diri
yang kulihat turun keulu hati
disana dibalik dada tertancap duri
dengan lengan kecil ini kurabai
Oooh,..betapa sesaknya hati
ku larikan dengan nada 
tetap saja percuma
andaipun syairnya menghiba-hiba
betapa ku takut akan luka lama
kembali berasa meneteskan darah
ahh,.. bukan darah tetapi nanah
sedang tiada tahu dimana obatnya
jikalau yang diharap pergi entah kemana,..

ANTARA KITA

Jarak antara kita
,.. adalah waktu
batar antara aku
,.. adalah nafsu
sedang batas antara hati
,.. adalah amanah
kesenjangan pada firman
penafsiran memisahkan
dan rasa memilih sendiri tujuannya
membebani keyakinan
oleh naluri diisyaratkan
jadilah engkau yang dipertuan,-

J A N J I

tentang j a n j i,..
seberapa jauh engkau merindu?
tentang cinta yang kian menjauh?
disesatkan oleh ketiadaan,
sedang kepastian akan pengampunan,
janji'Nya adalah utuh,
janji kita entah kemana?
masihkah engkau bertanya?
sedang t'lah malu daku mengingatnya,
ahh,.. kita noktah hitam,
dilautan cahaya yang menyilaukan,
kita adalah pelupa akan arah,
sedang usia bak bahtera yang berlayar,
disamudera berkah adalah pustaka'Nya,
bahtera pinjaman ini yang dinanti,
di penghujung sebuah janji,
janji sebelum hidup
dan di h i d u p k a n lagi,-

RASA HATI

Haruskah ku tuliskan kidung lara
tentang penantian dalam penderitaan nan setia?
memang cinta ini tak lagi menjadi rasa hati
hanya bias biasnya saja yang terkadang menari
menipu kebahagiaan diri
menenggelamkan dalam ke raguan
agar harapanku terganggu
berputar putar berfikir 
tentangmu-tentangmu saja,..
sebegitu tegakah setia menghampa dalam kesendirian
sedang hati ini telah tercuri terenggut di bawa pergi
sesalku menanti kebahagiaan itu akan kembali
sabda hati tiada mampu mengingatkan dalam pesan
lupakan,.. lupakan dan lupakan
tak bergeming sebelum masanya tiba
pelangi kan bewarna dalam cahaya
setelah hujan usai,-

H A T I K U


kerinduanku meniti senja
takut sekali akan disergap malam
karena gelapnya memilukan
kecintaanku,..
bukan seperti mentari
yang akan menjelang di saat pagi
lagi panasnya pedihkan pori-pori
sedang kesetiaan ini bukanlah bak rembulan
yang memalsukan cahaya dengan indahnya
karena berbias sinar sang surya
tak usah engkau mencoba mengerti tentang hatiku
karena tak ada kata-kata disana 
yang bisa untuk engkau baca
cukuplah rawat,..jaga dan pelihara hati ini
hati yang bersuka rasa 
dan sempurna ku titipkan padamu
Duhai,.. k e k a s i h k u,-
 

G O D A

Kodrat yang ku jalani
dalam tautan duka dan bahagia
dinamis semua terlukis
yang kuwarnai adalah hati
adalah akal ini sekedar memilah dan memilih
alam nyataku mengendarai hatiku
atau alam hati ini hanya akan sebagai pemerhati
berebut kendali hanya untuk di kenali
yang di depan terpandang
dan yang di belakang mengikuti
tentang cinta, tentang asa, tentang mu
alamku, semestaku tentang asmara dan rindu
semua hakikatnya adalah tentang aku
keyakinan penyuluh kalbu
kesenangan yang selalu merayu lagi menipu
melupakan semua, yang di raga dan di rasa
akankah hadirnya diri kan tersia sia
dalam cerita yang menghampa
bergetarnya hati
akan ujaran dan ajaran
yang mau tak mau akan di pertanggungkan
semoga sesal di badan adalah jalan
jalan cerah meski sekejap saja,-

PENA YANG TERKATUNG

Dalam kerjapan mata
kuisyarahkan sejatinya dunia
keinginan selalu saja menggoda
cleopatra mebiaskan asmara
karena redup arti dari kuasa

Tiada guna tentara angkat senjata

kalau dengan wibawa kecut nyali dunia
di masa sana tlah mengukir kisah
perang pena adalah bunyinya
maka berfikirlah wahai asa,..

Dalam seteru ujudnya semu
mencumbu dunia kelabu
menang bukan jawaban
kalah bukan pembuktian
semua disiratkan dalam keniatan,

Segagang pedang telah buntung
mata penapun terkatung katung
mamalia hitam diatas gunung
di west java disebut lutung
karena kesalahan yang tertanggung
dengan taubat, derajat tersambung,-

NADA RINDU

Duhh rasa engkau tak bertuan kepada cinta
kenapa nyanyian rindumu kian menggila?
tiada pernakah kau berfikir salah?
bukan menghamba tetapi memaknainya
sudah sampaikah engkau mengartikannya?

Pagi menuliskan harapan

siang mengayuh biduk asa
dan saat senja menepi dari dunia
hidup berkeluk keluk salah arah niscaya kalut
seperti tembangnya sebuah melodi
lalu bernyanyi nyanyi buat sendiri:

" menepilah duhai hati

jangan duka kau buat sendiri
lalu engkau menghiba pada nasibmu
bukankah sumbang nada yang kau mainkan?
keras suaramu yang terdengar rintihan,.."

 

HATI YANG MEMBELAH

Menari di lengkung pelangi
melayang di buai senyuman
menepiskan rinai setelah hujan
dan warna rindu menyentuh kalbuku
menjerat hati tak terhindari

mengulum senyum dari arti yang kurasa

menebak bahagia yang selalu ku damba
ku lihat engkau termangu di tepi jalan itu
menunggu sesuatu yang tidak ku tahu
dan kita hanya diam,.. bersebrang jalan

berkali ku coba melukiskan warna

betapa pesonamu tlah membelah hatiku
bunga rindu terkembang sendiri
ku tepiskan, tak mampu hati
kasih akankah ku lalui batas ini?

Betapa hampa lengan yang ku ayunkan

membelai angin karena hatimu nan dingin
cinta sendiri indah di hati
namun berperih asa tak pasti
karenamu yang tiada tahu
ataukah mungkin engkau tak mau,-

H A M P A



Ahh,.. Sepi sekali
betapa sunyi ruang jiwa ini
sudut kalbu bertemu titik nan semu
ruang ini tiada mampu terisi
sedang betapa jauh harapan rindu

Oooh,.. dakulah penyinta

sedang jauh dari kata asmara
berandai andai rasa ingin begitu dingin
mufakati rasa sedang tiada punya kata
rindu ku dekat cintaku tak terikat

Betapa penyinta kehilangan cinta

memandang tiada mengerti pandangan
jangankan keindahan bayangan pun meremang
pasangan hati seperti gamang di jumpai
tertatih harapan dir, dan ruang tunggu terkunci

Melamarkan asa pada burung camar tuk di warta

ku ingin ceritaku di bawa angin
menabur di awan
betapa tinggi arti harapan
perasaan mngapung tak mau tenggelam,..

LUKISAN ALAM

Bila keyakinan menuntun hati
adalah cinta itu bersemi
gemulai tangan tiada menyakiti
ucapan dan kata lembut memberi
cahaya jiwa terbias dan setenang mentari

Semua arti bukan tak tersakiti

baik, benar, sejatinya tak semerta merta
Bukan langit andai tiada berhias awan
bukan lautan bila tiada berglombang
biarkan semua membiru dan teduh adanya
begitu kiranya amanat kita

selepas senja sore kan tiba

di situlah terbuai rasa
semestinya sendiri mengenal arti
tanpa bunyi merdu melodi
di dataran luas nuansa indah terbentang
di bangku panjang ku lepaskan angan
dan ragaku terbiar layu

Bunga bunga yang jatuh, satu persatu

semua tak luput dari pandang mataku
harumnya pergi warna pun berganti
dan bumi tak henti memberi arti
adalah kita yang segan dan enggan
sampai tak nampak alam mengajarkan,-

 

B E B A N

Di saat cinta mulai berasa
bunga indah menawarkan berjuta warna
harum tercium wewangian di dendangkan
dan diri sejati berselimut dalam diam
menerka nerka di pandang sana
padang ilalang berselip rerumputan

terbaringku menantikanmu

sambil melagu lirik merindu
angin mendayu adalah irama musikku
gemulai daun menari beraayun ayun
dan mahluk malam memperhatikan

Ahh,.. betapa diri bersusah hati

menanam cinta menautkan rasa
sedang rindu datang meminta
dan hatimu tiada berbunga
empat musim sudah
ku menanggungnya,..

 

Friday, December 23, 2011

PERJALANAN

Berotasi 
bersama putaran hati,
kutelisik impian,..lalu pulang pergi 
ku teguhkan keniatan hati,
duhai,.. engkau inspirasi
sebagai gerak tarian nadi
Agar kebahagiaan tersampaikan,
jua kalimat menepati makna
pada tempatnya,..

SIRATAN

Haruskah bersedih perih
menyeret badan menghantar pada tujuan?
sedang kodrat dirasa t'lah memahat
akan ada namaku dibalik tanah yang ku pijak
uhhhh,.. godaan menahan langkah ini
ditekan beban, dijerat nikmat tak berhayat
aku tiada sudi menjerit
seprti pintu yang tua berat terbuka
pandanglah kota hati
  dimana engkau berdiri,-

G U N D A H

Mega mega laksana bersayap
mencekal bintang-bintang tunjukkan keindahan
malam-malam kita adalah sama
gelap sendiri di kesunyiannya
rembulan diam diruangnya
meratapi langit dalam gulita
Ooh,.. bumiku menghapa
taburan dari semesta serasa sirna
dan kami berkeluh kesah
hanya bisa meminta
tiada mampu memberi lagi
pintu langit menjauh
hati dan jiwaku terenggut debu
mungkin karena dekat dengan asalku
malam bak berdiri dibibir jurang
karena keberpihakan badan
terlupa hati dengan keseimbangan
lalu limbung diratapan zaman,-

S E N A N D U N G

Senandung lirih tabir duka insani,
sahabat,..kalaulah ada yang sudi
begitu ingin kutitipkan sejumput luka ini,
ataupun hanya satu genggaman saja,
kutitipkan untuk dibuang dilautan,
biarkan jernihnya air
sedapat mungkin membersihkannya,

Duka ini begitu mempermainkan hati,

ingin ku taburkan dari ufuk tertinggi,
agar menyatu bersama angin,
biarkan sang bayu menguraikannya dikejauhan sana,
diuraikan oleh dedaunan,pepohonan,bebatuan

Bila itu bisa terjadi
mungkin sekelumit keyakinan akan tetap bertahan,
bahwa hidupku tiada berjalan seorang diri,
menggapai Asa yang terjal lagi mendaki,
adalah harapan dalam kebersamaan,—

C E R M I N

Cermin deritamu aku tahu
tiada berarti bila cahaya mati
sesuka hati orang memandang
sedang bayangan tiada terenungkan
dan engkau selalu di lupakan hanya sebagai hiasan,

tiadakah yang senang hati berhias diri

agar pesona di dapati pun di mengerti
senang di tatapanku karena cerah gambaranmu
tentulah di tatapanmu jua yang kurasa ada
lalu aku pergi melenggang hati
sengan kepercayaan diri yang tlah pasti

cermin bukan kaca yang hampa

sungguh engkaulah simbol perenungan
intropeksi akan eksistensi diri
yang di dalam menggambarkan
sedang wajahnya badan terhiaskan
semua bersyarat cahaya

seberapa indah tiada kan di mengerti

jika kebutaan tlah menjadi kepastian
sesal di badan, tak guna pandangan mata
dan berkaca kacalah pada jernihnya air mata
semmoga karenamu terjaga di akhir sesalku,-

P R A S A N G K A

Seringai prahara bersuka cita
hati terbakar api berkobar
akal belukar kering kerontang
di rengkuh prasangka hati menepi,

Lalu sendiri dalam sunyi
pembenaran diri dicari
kejarnihan hati di curi
jua tersisih dengan ego berselisih,

Hati inginnya berlari
karena nalar t'lah pergi mendahului
semua tentangnya adalah cela
tak ingin kau ingat lagi tentangnya,

Rasa ingin menyakitimu
sebelumnya tlah lukaiku
hatiku membiru derita berseru
kecewa hati lupakan hatiku,-

BUNGA MALAM

Di saat malam t'lah mendekat di tepian pagi,
menatap lembah memperhatikan hutan,
dan nyanyian burung malam,
bulan yang mengintip
di puncak nan tinggi tersenyum berseri,

T'lah banyak hati yang terobati ditimang mimpi,

menanti pagi dengan cerah yang di yakini,
dan lembutnya embun berlari kecil
menggoda tangkai daun dan kelopak bunga
yang bermanja pada jernihnya,

Ahh,.. tiada mengapa ku menatap dunia

bukan hanyut hanya memujinya,
lukisan nyata Dang Maha Pencipta,
adalah Rasa yang menafsirkannya,
Indah sekali sensor hati 
yang engkau beri duhai Ilahi Robbi,..
sungguh syukurku menutup pintu malamku,..

RASA NAN HAMPA

Ahh,.. Sepi sekali
betapa sunyi ruang jiwa ini
sudut kalbu bertemu titik nan semu
ruang ini tiada mampu terisi
sedang betapa jauh harapan rindu

Oooh,.. dakulah penyinta
sedang jauh dari kata asmara
berandai andai rasa ingin begitu dingin
mufakati rasa sedang tiada punya kata
rindu ku dekat cintaku tak terikat

Betapa penyinta kehilangan cinta
memandang tiada mengerti pandangan
jangankan keindahan bayangan pun meremang
pasangan hati seperti gamang di jumpai
tertatih harapan dir, dan ruang tunggu terkunci

Melamarkan asa pada burung camar tuk di warta
ku ingin ceritaku di bawa angin
menabur di awan
betapa tinggi arti harapan
perasaan mngapung tak mau tenggelam,-

KESENDIRIAN

Malam di ruang kelam
sendiri di sudut hati
bersandar di bibir jendela
ku hadapkan wajah di luar sana
namun angan ku terbang daku tiada tahu
bercerai hati karena selisih

Rembulan dalam diam

redup malam kehidupan tenggelam
adalah asaku terusik nyataku
Oooh betapa selisih hati akan terhenti
rapuh merindu tak terpijar di akhir fajar

Betapa,.. daku ingin tenggelamkan rasa

pada samudera cintanya
seperti kesenangan menyebut namanya
senyumanku sendiri tak kau temani
dan dalam mimpi pun kau sembunyi,-

MALAMKU MALAM

Dara penggembira,...
Riangmu nestafa,
Tawamu hampa,
Ragamu menari,
Batinmu sunyi,

Mengapa,..

hidup kau ratapi,
tidakkah kau mengerti
senja kanmenghampiri?
Sedang perjalanan masihlah dini,
sedang kau telah lunglai diri,
Bukankah dulunengkau begitu berseri?

Dara penggembira,..

Penghamba badan sedang tak berjiwa,
Masa depan kau nafi'kan dengan alasan,
Ujaran ajaran yang datang tiada akan berkesan,
dalam Buaian kau lelapkan jelaga hitam diwaktu malam,

Daraku dara manisku,

Jalan terang kau rindu
namun kenestafaan meracunimu
tentangnya tenggelam dilautan kalbu,
warta rahmatNya bagimu hanya impian semu,
atau angan indah ditepian kasur empukmu yang biru,-

 

LARA HATI

Tali erat tersimpul siasat,
andai menghadap hati terlanjur berkarat,
bagai sekarat engkau hianat
dikubangan langkahku terjerat
gelapnya dunia laksana kiamat,

Wajah tengadah pucat pasi
selalu keruh dikalbu berseru,
mulut terbuka tak tahan mencela,
engkaulah muara cinta dan kebencian diri,
lalu kubawa luka ini lari menepi,
kunikmati saja rindu dan benci ini,
mungkin kan ada sebelum berganti
akankah abadi bertempat dihati,

Adalah namamu memuakkan bagiku
andaipun kerinduan ini begitu menyiksaku
namun semua adalah percuma
terlanjur gelap kurasa di jiwa mendera,
karena engkau t'lah tega saat bersama
memberi cinta berikut rindunya.

Dikedalaman sembilu kau sayatkan
kini kurasa perihnya penyesalan
mataku buta gelapnya tujuan
dihati yang ada seonggok luka
entah dimana kucari penawarnya
serasa yang ada gelap dan hampa,-