Friday, December 23, 2011

LARA HATI

Tali erat tersimpul siasat,
andai menghadap hati terlanjur berkarat,
bagai sekarat engkau hianat
dikubangan langkahku terjerat
gelapnya dunia laksana kiamat,

Wajah tengadah pucat pasi
selalu keruh dikalbu berseru,
mulut terbuka tak tahan mencela,
engkaulah muara cinta dan kebencian diri,
lalu kubawa luka ini lari menepi,
kunikmati saja rindu dan benci ini,
mungkin kan ada sebelum berganti
akankah abadi bertempat dihati,

Adalah namamu memuakkan bagiku
andaipun kerinduan ini begitu menyiksaku
namun semua adalah percuma
terlanjur gelap kurasa di jiwa mendera,
karena engkau t'lah tega saat bersama
memberi cinta berikut rindunya.

Dikedalaman sembilu kau sayatkan
kini kurasa perihnya penyesalan
mataku buta gelapnya tujuan
dihati yang ada seonggok luka
entah dimana kucari penawarnya
serasa yang ada gelap dan hampa,-

No comments:

Post a Comment