Mengulu senyum
di bibir nan ranum
semerbakmu harum
yang memandang pastilah terkagum
Betapa pipimu berlesung
sayang wajah ayu di topeng bertudung
ceria di raga sedang jiwa dan hatimu berkabung
hati meluka jiwa rapuh berselimut mendung
Menyesali lemahnya hati
berkali jiwa tersakiti
menghampa jiwamu mati
tercela, cacad kau kau nikmati
Memandang semua insan
berlaku pada diri dengan kejam
tak percaya pada sesama merejam
pandangan tak berarah lagi kelam
Duhai wanitaku
sesekali bukalah Topengmu
manfaatkan waktu di masa sempatmu
turunkan beban di masa nan lalu
Kecewa tiada mengapa
terluka sewajarnya saja
bukan di lembah hitam engkau gadaikan
bersegera kembali di jalan yang terang
begitu kiranya sejatinya menyayangi badan,-
di bibir nan ranum
semerbakmu harum
yang memandang pastilah terkagum
Betapa pipimu berlesung
sayang wajah ayu di topeng bertudung
ceria di raga sedang jiwa dan hatimu berkabung
hati meluka jiwa rapuh berselimut mendung
Menyesali lemahnya hati
berkali jiwa tersakiti
menghampa jiwamu mati
tercela, cacad kau kau nikmati
Memandang semua insan
berlaku pada diri dengan kejam
tak percaya pada sesama merejam
pandangan tak berarah lagi kelam
Duhai wanitaku
sesekali bukalah Topengmu
manfaatkan waktu di masa sempatmu
turunkan beban di masa nan lalu
Kecewa tiada mengapa
terluka sewajarnya saja
bukan di lembah hitam engkau gadaikan
bersegera kembali di jalan yang terang
begitu kiranya sejatinya menyayangi badan,-

No comments:
Post a Comment