Merajuk sang malam dikala sepi
tersudut ia sendiri menanti pagi
sedang sang rembulan padam
di keheningan awan nan kelam
bintang malam enggan berkedip
nuan sa ini membuat terkesip
gulita mendekat hati tercekat
fana melangkah cacat kudapat
sedang senja lepas dari pandangan mata
teringat pun tiada
Oo,.. harus bagaimana alam memberi umpama
ia ada gambarannya sirna
ia berguna hakikatnya meraga semata
lukisan malam tak terlihat karena suram
hati yang kelam hakikat pun tenggelam
Duhai purna sesekali saja engkau menjelma
kan ada tanya dan selalu ada,.. "Mengapa?"
tersudut ia sendiri menanti pagi
sedang sang rembulan padam
di keheningan awan nan kelam
bintang malam enggan berkedip
nuan sa ini membuat terkesip
gulita mendekat hati tercekat
fana melangkah cacat kudapat
sedang senja lepas dari pandangan mata
teringat pun tiada
Oo,.. harus bagaimana alam memberi umpama
ia ada gambarannya sirna
ia berguna hakikatnya meraga semata
lukisan malam tak terlihat karena suram
hati yang kelam hakikat pun tenggelam
Duhai purna sesekali saja engkau menjelma
kan ada tanya dan selalu ada,.. "Mengapa?"

No comments:
Post a Comment