Wednesday, February 29, 2012

MIMPI YANG MENGHAPUS MENTARI

Secawan angan di taburkan
dua mata terpejam, digenggam nestafa
betapa kesunyian melunta lunta
dalam pencarian panjang
berjuta goda terpampang
yang ku takuti adalah hatimu
karena diri dikuatkan hadirmu
begitu daku meragu,
betapa kerasnya dunia
beribu sudut berupa-rupa warna
yang kuragukan adalah tatapan
di saat penafsiran labil bergoyang
salah-salah rapuh daku
karena terlalu memperhatikanmu
namun tiada berlalu waktu
tanpa bayang wajahmu
dengan tatapan kerinduanku
maka jadilah irama
dengan cinta sebagai nyanyiannya,-


TAK HARUS PERMATA

Malam dalam ungkapan
seperti tiada siap dijelang gelap
adalah hatiku masih berharap
jangan terlelap terlalu cepat
beri setetes padaku pengertianmu
bukankah engkau tahu
betapa telah lama diri menunggu
menunggu kebersamaan dalam keceriaan
ungkapanmu adalah nyanyian
sedang jawabanku adalah tarian
akankah engkau tiada bersuka cita?
seperti semaraknya hati yang kini ku rasa?
tiada harus engkau menjadi permata
cukup bagiku sekeping kaca
dengan berjuta kejernihan hati yang dimengerti
di saat jernih menimpa hati
sungguh kilaumu selalu memukauku
duhai kekasihku
begitu daku merindu,-


K E L U H A N K U

Kilauan keringat yang menghangat
menggapai nikmat tuk di dekap
di saat kerinduan tiada membalut kelukaan
seisi badan dingin dalam kebekuan
siangku jalang dalam keterpurukan
harapan nan jauh menggores hatimu
mengingatmu adalah kebutuhanku
mengenang asa kita
adalah seindah-indahnya cita cita
kerling petani riang di musim semi
padi menguning dengan hening
dan hama yang mewabah berpesta pora
ringan saja keikhlasan di lidah
betapa berat di hati tuk di hayati,-


Wednesday, February 22, 2012

G O R E S A N

Bersama goresan senja

yang melukis wajah dalam senyuman


senyum yang selalu membuat rindu ini terbangun


dari lelap tidurnya kesendirian nan panjang


di pembaringan sunyi dan sepi


dingin di cekam kelam harapan


ada satu tanya buatmu nun jauh disana


tanya yang ku ucap akankah hendak kau jawab?


ku sertakan jua satu sapa


untukmu duhai cinta


masihkah engkau setia?



Saturday, February 18, 2012

ASAKU ASA KITA

Tak pandai aku merangkai kata
begitupun jua menyulam makna
inginku mengurai gemulai hati yang lama mencari
tentangmu,tentang waktu,dan tentangku,..
pernah hati pedih dibuai mimpi
tak lupa aku juga bahagia dengan tawa
dan ketika waktuku tiba hampa pun menyapa
jangan bercermin pada kaca nan retak
bersamamu semua kurindu
tanpaku dunia tetap melaju
aku hanya debu tersusut waktu
adalah namamu yang akan kurindu,
hanya satu tali yg mengikat
kasih kita untuk bersama
sedang tanganku lemah tak berirama
terfikir benar salah pun tiada daya
satu do'a di tebaran do'a
dengan nyawa terbungkus darah
semoga yang ada tiada tersia sia,-


KERINDUAN DAN KEHAMPAAN

Malam,..
semestinya kita sehati
meskipun tiada akan saling menyerupai
setinggi mana burung kan terbang
tiada akan keluar dari angkasa
dan entah bagaimana menguraikannya?

Memang ketidak mampuan adalah beban
namun kecintaan terlanjur memabukkan
terjebak pada tabir rindu yang tak mampu disibakkan
hanya kata cinta yang lengang dalam do'a
dan aku akan selalu membidikmu
,.. meski dari tempat nan jauh.

Mengapa ada tali yang terurai
dan kehampaan adalah ikatannya?
raga terlalu banyak merenda
terlanjur rasa ini di bawah cawan terbujur
merangkak di bawah kaki mawar nan merah
seiring waktu yanag akan selalu berlalu,-



PERHATIANKU

Bersama jeritan banyak jiwa

mengintai bahagia dari persembunyiannya
 

mencemooh dan memberi hinaan pada luka
 

seperti memperhatikan kecantikanmu
 

kecantikan dan keperawanan masa depan
 

jadilah arti terindah di tiap tiap hamba
 

tentulah lentera hidup tiada akan redup
 

adalah cinta tiada satu dengan derita
 

akan ku sentuh mawar dicawanmu,-

K E R U M I T A N

Budak jelata yang di mabukkan cinta
harapan memeberikan darah pada kehidupan
dari satu hati diluar persaudaraan
pada angan lalu hilang di telan waktu
cium hatimu yang terbakar panasnya nafsu
jadilah dosa ditiap tarikan nafas hamba
kunci ketenangan diri tersandi hati
karena t'lah hina pada tatapan mata
dan saat kata dosa tiada melintas
membunuh masa lalu hanya ucapan semu
tiada nampak pada raga yang di balut jelaga
semua kan menjadi rumit
bersama cintamu yang ikut denganku
andaipun akan banyak bahasa yang hilang
begitulah kehendak Pemilik Alam
serasa kita di manfaatkan masa,-


BUKAN RATAPAN

Bulan cinta lautan hati
ngarai menyepi di lembah nan sunyi
rekah bunga membelah mega
merelakan hujan satu musiman
di ratap zaman jauhkan harapan
kita ini insan nan mendamba
meski tak lekang dengan kegetiran
tak bermaksud kodrat untuk diratap
adalah taubat saat direnggut khilaf
behagia sudah harusnya ada
berderai janji itulah milik kita
masa kini semoga terbaiki
demi keindahan masa dihadapan,-


DI SISI HATI

Di sisi hatiku menari hatimu
ada asa engkaupun menganggap begitu
beriring rasa yang mengusir hampa
sahabat,.. mengenalmu sejatinya adalah nikmat
kehalusan hati seperti embun diwaktu pagi
membalut purwa warna sang bunga
sekejapan ku bungkukkan badan
tersusun pesan yang mengesankan
tiada sesak dada ini
andaipun kan kau isi
sebanyak yang engkau sudi
adalah daku tak pandai senangkanmu
namun tiada niatku tuk menyakitimu
semomga akan terjaga sepanjang waktu,..


MENYIBAK HUJAN

Berbutir butir rasa hati
tegap berjalan,.. kepedihan ku nafi'kan
dan keresahan daku sibakkan
terkadang di wakilkan peluh di badan
sesekali hujan menguji
namun basah karenanya ku anggap tak berarti
andaipun sang rembulan
tiada lagi sejajar dengan awan
ini daku menyambutmu semestaku
di hantar halilintar hatiku sesekali bergetar
bergetar asa ini tiada sempat tuk terhantar
hingga mimpi malam tadi
tiada akan ku semai dipagi nanti
adalah taman bunga
hanyalah bermusim sekali saja
bukankah semua yang ada 

tentulah akan tersia sia,-

SERULING KAYU

Di bawah pohan nan rindang
bersama indahnya nuansa senja
hati meraba mereka reka isi jiwa
ku lantunkan seruling kayu
nyanyian kalbu indah mendayu
serasa tiada sendiri
ada Engkau yang setia menemani
meski tak satu dalam temu
namun menyatu di rasaku
Wahai Kekasih hati
engakaulah segala nada
engkaulah yang mengisi raga ini
berotasi dalam putaran darah nan merah
seputih tulang belulang yang menopang badan
segala tentangMu meneguhkanku
tiadakah layak Engkau kurindu,..selalu,-


PELITA DI HATI

Merindu sepenuh kalbu
mananti sepenuh hati
menari bersama sunyi
dirembang petang
malam bersegera kan datang
bayangmu dipelupuk mataku
kejar mengejar berjalan waktu
jangan,.. daku kau tinggalkan
meski kenangan menanggalkan
begitu asa berpesan
buatmu ini kusuratkan
keyakinan jangan tersurutkan
meski sesekali alfa mendapati,.. diri,-


YANG SENDIRI

Mendung bersenandung
siang pun berhenti, tinggalkan terang
mengiring kegalauan banyak hati
yang berkata kata tentang rasanya
ucapan,.. apa yang akan di ucapkan
akankah melupakan kidung merdu
yang syahdu di dasar hatimu?
dengan bahasa yang sukar tuk di telaah
membentuk suara suara hampa
bak membangkitkan nafsu dari kuburnya
sedang hatimu terbiar dalam jeruji
sendiri,.. dan menyendiri
asa tiada searah pada muara
dan yang menanti adalah samudera air mata,..


HARAPAN DI SEBERANG JALAN

Jika bunga hati tiada bersemi
seperti bunga rasa yang layu dijiwa
semestinya bunga nan tumbuh 
akan kering dan layu
jika telah datang masanya 
karena t'lah tunai segarnya
terkungkung dalam pesona
seperti kerinduan tanpa pertemuan
betapa daku yang sakit
sedangkan obat tiada kan ku dapat
daku ingin kembali ! bahagia seperti dulu lagi !
namun jalan kembali sudah terhapus,.. tiada lagi
hanya satu yang aku tahu
betapa aku mengandalkanmu
di depan sana jawaban akan ada
hati dan upaya resep yang nyata
begitulah jiwa yang dirindukan cinta
anaipun sekarang daku tertahan
,.. diseberang jalan.


BUATMU RINDU

Bagaimana ku gambarkan cinta dalam kesejatian
seperti Masitha' yang mengorbankan rasa
dengan senyuman yang begitu nyata
ataupun Asiah yang menyinta
dikedalaman jalangnya angkara
dan keyakinan melampaui desahan
melampaui siratan pujangga pujangga
yang hanya meninggalkan kata,
duhai,.. masa nan lalu daku menyalamimu
ajarkanku tentang ruang kerinduan
seperti yang ku datangi
namun susah tuk kutinggal pergi
serasa abadi dinamamu
atau namamu abadi dijantungku
adakah rasa ini terlalu besar buat kita
rasa yang tak terhingga dikedalaman mata
meskipun begitu kecil dialam nyata
buatmu duhai dunia,..


RINDU YANG SATU

Malam yang melukis
ketika cinta menghapuskan air mata
kerinduanku terbangun sebelum jatuh
dan yang menghisap adalah senyumanmu
bersama kebahagiaan yang diterbangkan di awan
menerpa bunga purwa rupa
dalam purwarasa dengan cinta
begitu kutulis namamu dikalbu
mempelopori kerinduan hati ini
yang mendamba satu cinta
dan selalu saja daku mengandalkan rasamu,-



DIBATAS KASIH

Cawan kaca di tangan menghampa
telah tandas ku reguk tiada berbekas
entah jernih atau keruh minumanku
begitulah gelora nan membara
yang berhasrat dalam siratan rasa
menghantar malam-malamku,..
meronta dan berpeluh
di jelang benci dan rindu yang satu
jalang dan melejang,.. menggapai batas
batas nan hampa nun terasa
menghiba hiba, menorehkan tanya
"Kasih kapankah batas ini kan dapat kulalui?"


M U S T I K A

Hati nan di gerus waktu sejurus aku bersamamu
di jalanmu bisa jadi permata hanyalah batu
akan berbeda bila di tempa cahaya
tentulah akan gemerlap indah bewarna
kerinduan adalah jarak terdekat kalbu dibadan
sesekali diwarnai tangis penderitaan
di dalamnya seperti nafas nafsu terhempas
bersamanya meronta-ronta asa
tuk dapati arah jalan bahagia
saat berasa lelah tertopang oleh keteguhan
di herankan oleh kebimbangan
yang menjerit adalah luka dan kata salah
yang menguburkannya adalah tanah dosa
jalan mati terhenti saat taubat yang mengobati
telaga teduhku kembali jernih dari keruh
saat taman kembang berbunga cinta
cahaya kan menggurat,.. syukur tersirat
yang di lukiskannya hanya nikmat yang tersurat
Sebagai Pemuja atas Kuasa Sang Esa,-


P E S O N A

Ketika masa tersenyum
pagi telah bersemi,.. siang tersusun
ahh,.. rasa semesta jiwa bak buah nan ranum
menebarkan banyak senyum
meski selalu saja jejak impian menggoda
bukankah mentari telah membakar mimpi malam tadi
belumkah angan di redupkan ?
disingsingkan keraguan akan satu harapan
adalah kini ku seberangi jalan ini
terkulai di indahnya taman bunga
digegas waktu senja yang menunggu
dan daku masih riang berkawan denganmu
menari dan berdendang dalam keindahan
di langit biru ku lukiskan takdirku
semilir angin meneguhkan rasa yakin
semoga alam akan selalu menjadi kawan
jadilah khazanah pesona
bagi hati dan jiwa yang hamba,-




KUFURKAH RASA ?

Di terang malam bersama tenangnya
meski hati tiada sejernih embun pagi setelahnya
ku coba membawakan setitik asa
tentang cinta yang di tuntut rindu tuk bahagia
tentang hati di tirai perih dan pedih
di sudut jiwa serasa lara,..
lalu lunglai dengan sejuta tanya "mengapa?"
angin pun terdiam, tiada memberi jawaban
dan sapa yang di ucap tak tersahutkan
pada alam yang tenggelam dalam kelam
sungguh ingatan ini serasa usang tuk selalu memulai
sedangkan malam beranjak pagi
begitu sunyi saat sendiri
bukan rintihan dalam penyesalan
bukan rasa kesakitan atas suatu kegagalan
betapa takut nikmat ini kan menuntun alfa
alfa akan kasihNya,..


Thursday, February 9, 2012

SENGKETA

Sebenarnya setan memang dalang dari ilusi
yang ia sita semata mata hanyalah hati 
tuk menutupi cahaya suci
bukan sekedar tanah hitam
yang akan di tancap batu nisan
tersebut bukan satu tentang itu
ada gumpalan yang serupa dengan rasa
seiring masa ia turut tumbuh dan serta
memberi keruh hidup yang memang kelabu
mengangkat cawan hasrat nan singkat
sebagaimana pemabuk yang tak bisa berjalan cepat
begitu jiwa yang di cumbu nafsu,-



I L U S I

Jiwa jiwa yang mengembara

membebaskan pemikirannnya


menepiskan keterbatasan alam badan

bagai sang penyair yang mengalirkan alam fikir

dan melupakan banyak kejadian dalam satu kejapan

indera perasa hanya memandang indahnya bintang kejora

akal tiada mengenal hati lagi yang pelan pelan mati

mati di alam sepi terbunuh oleh ilusinya sendiri,-

SEGALA PESONA

Maafkan aku yang hanya menyinta dengan sederhana
ku ucapkan jujur karena sudah terlanjur
memang diri sering kali diam dan bermain main dengan alam fikiran
itupun jikalau diri telah lelah membuka mata pada riuhnya dunia
dan kumanjakan kefanaannya dengan terpejam
tetapi apabila mentari bersinar lagi
pada taman itu serasa silau tuk sembunyi
dan berasa lelah terkulai di kediaman badan
lalu ku sentuh air sekedar turut mengalir
dan nikmat dunia ku bawa serta kedalam sana
mungkin kita memang tiada sama
bagiku saat pagiku beranjak rasa di hulu rindu
tuk menyeimbangkan rasa di kalbu
membentuk karsa di hilir masa
tentunya dengan satu janji 
agar tiada henti untuk mencoba menuangkan kata setia
bukan dengan jalan menggilir cintaNya dengan akal yang berfoya foya
memang segala tentangNya adalah segala Pesona
mana pantas hamba mendongakkan kepala kepadaNya,-





D A K U

Duhai jiwa yang di sana
dengan tertuinduk ijinkan ku sodorkan lengan
dengan segenap kesantunan dan ke ta'ziman

mungkin hati meminta untuk engkau kenali
sekali ini saja semoga engkau sudi
lihat, tatap dan pandang diam tanpa kata
"Sejatinya hukum memelihara agar tiada terhukum"

Fikiran ini untuk mengolah hati
dengan jalan kesantunan nan panjang
bilakah akan di kesankan di badan?
sekedar memutus perdebatan yang panjang
tentang tanah hitam dalam penciptaan
melupakan khazanah nan penuh dengan pesona
ataupun nafsu yang angkuh sedari dulu
sebelum datang masa kehidupan di hulu,-

N A M A M U

Gemulai hatimu

semburat bias sinaran

tiada akan tajam hanyalah kiasan

iringi jari jemari ini dan temani daku menari

melagukan tembang tembang hati yang mulai sunyi

laksana mati di perih pedih hidup ini

dan lilin lilin cinta tumpah begitu saja


sedang belumlah menyala pelita atasnya


cawan di tanganku pun belum habis tertuang lalu


haus dahaga cinta ini berpeluh di hati


dengan nama yang Terkasih


dengan Satu Nama Di hati,-


C E N D A W A N

Satu hati di tali kasih
bak nyala pelita pada lorong jiwa
terkulai bunga di putih piala-piala
menuangkan rasa syukur
dan nan luas tak terukur
menghapus keruh debu masa lalu
nafsu tak bertuhan mengucapkan
"ku relakan berbuat dosa,.. demi rasa"
dalam persekutuan setan yang girang
mendapati teman di akhir zaman
musim hati memang selalu silih berganti
kan selalu menawan karena rupawan
begitupun hati yang lama menghampa
sampai lekang dan bercendawan,-


PERNYATAAN

Atas nama cinta daku katakan "Ya"
bersama rindu ku katakan "hanya untukMu"
kepada sang waktu ku bilang "tunggulah Daku"
dan atas penderitaan ku kakatakan "jemputlah kebahagiaan"
setidaknya pada kegagalan kusampaikan "hapuslah kesombongan",

Di usang zaman diburu masa depan
berhiaskan terpaan dikiri dan kanan
semesta cinta diruang hamba
semesta bahasa dipandang mata
isyarat buat diri yang tiada henti
tuk memulai dan memulai
dan Engkaulah yang Maha mengakhiri segalanya,-


SEKEDAR ENGKAU TAHU

Andai dilangit biru terhampar cintaku

mengapa hujan rindu berbalik arah?


tiada akan sampaikah curahan rasa?


seperti ada yang tertinggal di panas bumi


adalah tertanggal segala di merah hati


lalu teringat daku akan adamu


meski tiada dekat di pandang mataku


begitulah satu rindu artinya bagiku


agar engkau tahu,..


diri mengumpamakanmu,-


HATI KITA

Menyusuri jalan hati
menyibak tirai di tiap langkah diri
yang ku seru adalah namamu
yang merindu gumpalan kalbu
laksana langit nan biru
segenap awan kelabu pun berlalu,

Yang kurasa adalah nikmatnya karunia
berkawan setia meneguhkan hamba
berbagi bukan lagi umpama
teranglah semua gulita,..

Sahabat,.. engkau selalu hebat
ditaman keindahan bersemayam
memberi berjuta ketenangan
bertabur ingat mengingatkan
teranglah jalan langkah berasa ringan
senasib sepenanggungan bukanlah angan,-


KEHENDAK DAN HATI

Atas nama kecintaan

tunaikan haus dahaga kerinduan

seperti deru ribuan debu nan tersapu hujan

ataupun kesetiaan akan suatu penantian

agar hati nan rapuh di tegakkan

lengan nan lunglai dikuatkan

begitu kerinduan hatiku menyiratkan

Duhai,.. Yang Maha Kasih Maha Sayang,-
 
 

BERSIT HATI

Yaa Robbi,..
dengan namaMu yang maha kasih
bukan tentang dunia diri merintih
bukankah takdirMu yang telah memilih?
adalah daku berpeluh rindu
atas syafa'atMu nan begitu teduh
maka siramkanlah agar hati sebening kaca
tak buram oleh ombak kehidupan
tak legam oleh kekhilafan
beruntung hamba yang t'lah Engkau cipta
tiada layak daku meminta
meski atas itu Engkau bersuka
sungguh engkau t'lah dulu tahu
sebelum keniatan datang
sebelum daku merasakan
lalu dikatan dengan deretan do'a yang panjang
lebih panjang dari sempatku
lebih panjang dari segala peluang
adalah daku hamba yang tiada
sebenar benarnya tiada akan kuasa
laksana bahtera yang ditopang dua rasa
rasa nan kelam di putihnya cahaya
rasa putih yang menuntut jernih
begitu ku berserah padamu Yaa Robbi,-


SENANDUNG MALAM

Malam dari yang Terkasih
pelan berjalan di hati terdiam
menunggu fajar berujar
menyingsing hatiku dilangit nan biru
ahh,.. jika esok mentari tiada menyinari
betapa mencekamnya rasa hati ini
sedang biduk hidup kukayuh sendiri
lengan mendayung
sedang badan terhuyung
berat beban menjerat
semua adalah amanat
semoga semua dapat selalu ku ingat
hikmahnya pun semoga bisa ku dapat
keluh ini mendekap hati
harapan terbang diangan
melayang di awan usang
tentang kebahagiaan yang pernah datang
sedangkan kini daku mencari
berpeluh darah dari hati nan memerah
dan sesal beronak duri
menancap di pangkal hati
jeritan di jelang alam kelam
alam nan diam
alam pertanggungan
atas seberkas nafas,-


S E N A N D U NG

Puing puing nada, di serpihan asa
mengorek waktu yang tersisa
betapa jauh kenangan
sedekat akhir dari perjalanan
mencoba menghibur hati
yang sendiri ditaman sepi
bergumam kerinduan, menimang keraguan
yang di nyanyikan adalah pesan
pesan yang akan lama, tiba pada tempatnya
dan bila saatnya ada,..
ku coba warnai asa
yang dimengerti hasrat di jiwa
yang menyuratkan kidung perih
berjalan sendiri, menuju kota mati
di gapai sesal yang menanti
kuntum waktu,.. di tangkai hayatku,-
 
 

TEMBANG MALAM

Kidung rindu mengalun syahdu
bersama tembang malam nan kelam
rona bintang gemintang di banyak mata
menebar pesona memukau rasa
laksana kuda kuda yang lepas tali kekangnya,

Ku reguk sepimu duhai malamku
seisi gelas memelas tandas
kesenangan yang menang
andai terbilang tiada akan berkecukupan
begitu kerinduanku padamu,

Di lekang waktu daku menunggu
ku pasangkan pelana berbekal seadaannya
cahaya cinta terhalang dari tatapan mata
seperti mentari berbayang benda yang disinari
bayang bayang yang selalu mengikuti,.. hati,-


KUMBANG DAN BUNGA

Dari beberapa hitungan nan tak terhingga
ingin kusalami engkau duhai kumbang dan bunga

Dengan akal, diri menatap bahtera

dengan hati, daku tafsirkan samudera

dengan akal, diri mencari jalan kelangit
dengan hati daku khidmati kerajaan langit

dengan akalku mengerti semua kan tamat
dengan hati kutafsirkan masa setelah kiamat

dengan akal ku tahu materi hati
dengan hati ku tahu isi hati

adalah akal dan hatiku tongkat dijalanku,-


SENJA NUN DI SANA

Siang,.. panas merejam,
kilauan peluh bercucuran dibadan
Kesuksesan,..
selalu saja merenggut pengorbanan tuk setia
kesetiaan memetik bunga pengabdian
seperti tumbuh madu dari celah celah duri hidup ini
begitulah kiranya kerinduan hati
berakarlah bunga setegar pejuang yang berperang
dalam deru seteru goda dan coba sang bayu kalbu
duhai hati,..
hikayatmu pasti meski kelabilan datang sesekali
engkaulah sang nahkoda dan pemerhati
di ladang terdamparnya kehidupan badan
selepas senja kami kan pulang
diam di gelapnya malam
semoga tercipta kilauan bulan dan bintang
dilangit yang tiada kelam dengan kegelapan,-
 
 

AKHIR SANG MUSYAFIR

Debaran ombak samudera air mata di dalam jiwa
mengiring gemulai pemikiran dalam tulisan
tentang kesan dari batin yang terdalam
masa yang beredar tiada henti berujar
berputar direlung hati yang mati karena cemar
menebar aroma rasa yang makmur
namun tiada tenggelam,..kharam
seperti desir yang kandas
kejernihan jiwa sesak tuk bernafas
di khilaf panji insani
bukan menggenggam tetapi meremas
titik titik itu menunggu tuk di sentuh
ahh,.. lingkar dunia cenderung memfitnah
hilanglah satu dan satu,..
tiada utuh sembilan puluh sembilanku
tersurut langkah sejengkal demi sejengkal
dan yang tertinggal adalah sesal dan sesal
lalu pelan dan pelan darah mengental
di akhir kedipan mata nafas tersengal
bersama segal;a dusta yang kan tertinggal
dijalan panjang akan terjegal,-


SINOPSIS HATI

Berjalan pelan di jelang malam
ada hasrat yang kian tenggelam
mencurahkan rasa sinopsis cinta
dilorong kalbu berjalan rindu,
bagiku :

"Keyakinan adalah karya terindah yang pernah ada"
"disana bermula pun berakhir sebuah noktah"

Andai didera lelah, di gapai pilu
teranggap semua demi keteguhan kalbu,

semoga tersirat cahaya sejati
semoga tersurat di alam hati
serasa di isyaratkan sebelum mati,-


MENYALAKAN API DI HATI

Kenangan,.. tiada cukupkah sekali saja sepi kau beri?
Hati,.. kenapa berkali engkau meratap pedih?
betapa letih dan tertatih angan mengundang
mengundang satu bayang,.. bayang yang s'lalu ku kenang
sedang t'lah terjalin rasa dibatin
sesal meruah, tiada tertampung pada jiwaku yang bingung
apa salah daku meragu?
sedang dibayang semu adalah hadirmu
di kasat mata engkau bersuka ria
dengan yang lain tanpa ku ingin
atau laksana angin kau belai semua jiwa yang lunglai
dan jiwaku menggigil kaku
sebeku tatap mataku yang lekat memandangmu
dengan hati yang tercekat
karena asa tiada lagi ada
dan teringatlah daku akan falsafah
"Hati kan mencari sendiri, sulbinya nan sejati."


Wednesday, February 1, 2012

S E K A T

Bertinta rasa
ku pintal air mata
satu derita dari berjuta
meski kurasa sesakkan dada,

Daku menyalamimu duhai kedalam kalbu
di kumal raga dikumuhnya nafsuku
benteng kalbu rapuh bak kan runtuh
di koyak gemerlap dunia nan semu,

Rasa ini terlanjur terlukai
dengan tangan sendiri hati kutancap duri
yang tertinggal darah yang menggumpal tak berisi
beruang sesal diri yang menangisi,

Terseret takdir nasib dirasa getir
serasa sempit diri tuk berfikir
sedang nikmat kujilat hanya sampai dibibir
rasa syukur tersungkur hampir saja kufur,.. Na'udzubillah,-

S E M E S T A

Tonggak kayu ku tancapkan
layar yang lebar ku kebarkan
namun tak pelak retak jua
gerbang raga yang merasa
dan di hati adalah tempatnya
luruhkan asa di dalam jiwa

Berhari hari daku menanti
berminggu minggu pun menunggu
berbulan bulan hanyut di angan
di arus yang dangkal masih saja tenggelam
kusamlah semua sendiri merasa
ketika khilaf datang menjamah

Melintas selalu semangatku
terbangun dari hati yang tertatih
biduk yang diam riak berjalan
menolak diri harus tenggelam
di lautan hidup terseret saat yang sementara
dan beban hati tak akan terbawa mati
sedang khilaf ini adalah pedih

Berfoya foya di alam fikir
adalah sama dengan angin yang berdesir
Ujaran dan ajaran laksana kusir
membawa diri ke alam fakir
dan besarnya mersa diri kecil adanya
Duhai semesta hati ciptaan yang Kuasa
ijinkan hamba bermukim disana,-

 
 

MASA DEPAN

Memburu pandangan di depan sana
susah sekali mengingatkannya
temporer sekali makna ku mengerti
tidakkah berpanjang akal bukan dangkal
tatapan kalbu beribu ribu
sedang kesenangan hanya sejengkal,

Sekali kali hati bergetar gentar
rumit sekali aral akan terjadi
mampukah anak cucuku menyeberangi kelabu?
sedang gelombang pasang keras menderu
tak kuat hati bercumbu di masa lalu

Ku tutup tirai luar jendela
ku biarkan saja gambarannya di sana
apalah daya seorang hamba
meniti konflik kalutnya jiwa
Dunia nyata, dunia jiwa, memanglah raja
adalah insan hanyut di dalamnya

Ilahi Robbi,.. terima kasih
bisikan hati ini terjadi
andaipun datang sesekali
cukuplah daku bersyukur diri
adalah di jemari'Mu hidupku ini
dan hanya padaMu ku berserah diri,-
 

A B S T R A K

Karena Rindu bermakna sunyi,
menggapai awan dalam ketiadaan,
menuai pedih pada penantian,
Yang kupinta ada disana,
dan yang disini menyimpan Resah,

Senandungku bersimpul Kosong nan hampa,
nyanyian yang kutembangkan pelipur lara,
mendekap asa dalam Gulita,
ku tatap remang diwaktu senja,
betapa takluk ku bayangkan Gulita,

Diri kini merasa tak berarti,
tak segenggam pun semangat kudapati,
sering kali ku bertanya lirih,
tetang kenyataan yang terkungkung sepi,
akankah semua Insan merasakan ini?

Datanglah terang penyuluh hati,
kuatkan iman selalu dihati,
usaikan sudah masa berduka,
kiranya kan berganti dengan Bahagia,
adalah resah sekejap saja.
 
 

L A R A

Hunian rasa di lorong malam
ragaku enggan tuk kugerakkan
tertekan beban dalam kesendirian
dan anganku menari nari
mencari cerita diri
dulu di waktu yang lalu

Duhai hatiku
kenapa terbelah di toreh asmara?
cerita cinta berbalik menjadi duka
rindu di buru buas rasa kecewa
di tiap tiap tetesnya adalah merajam
pandangku kelam di terang masa depan

Ahh,..mengapa diri tak pandai mengerti
tiada pintar untuk menyenangkan
nun sebenarnya tak pandai pula membuat kecewa
daku takut hati kan belajar tuk membenci
karena cinta sukar tuk ku dapati,-



DI LORONGNYA

Tiada seberapa rasa yang ku punya
menata kata membentuk kalimatnya
tiada peduli andai tak di kenali
pada diri belajar memberi
bila meruah di sekitarnya
itu hanyalah kehendak'Nya saja

berkata kata dengan warna bahasa
dengan kata atau lainnya
ku ucapkan dengan bergumam
namun tak terhalang makna senyuman
agar yang terdalam pada kecukupan

Adalah dusta engkau menyinta
sedang tlah keji pada rasa diri
bagaimana lain hati dapat kau mengerti
sedangkan itulah mistikus sejati
engkau hidup ia hidup engkau mati dia berhenti

Oooh,.. apakah alam dalam kecukupan
menyimbolkan yang di dalam yang di tabirkan
hmm,.. betapa tak mudah gambaran tangan
yang tergurat ada sedang tak di pinta
Ahh,.. akankah bisa daku sampai disana
menjemput cinta dalam pengertiannya,..



TENTANG LUKA

Diruang ini kita memanglah sehati
sedangkan diluaran sana kita berbeda
pintu ini pernah ku buka buatmu tuk kau masuki
dan tiada kan kubuka lagi buatmu pergi
mengapa kau paksakan ruang ini tuk kau tinggalkan?

Dalam semusim diruang ini engkau bermukim
tiada perlu ku menatapmu dari buram kaca jendelaku
karena kita t'lah satu dalam rindu
karena dua rindu yang menyatu adalah cinta
bersama melukiskan rasa dalam satu pustaka indah,

Benar langit tak akan selalu biru
dan musim dibelahan bumi bukan hanya semi
kini ku tercekat hati
saat kepergian kau paksakan
seperti kau datang dalam keterpaksaan,

Dari balik kaca jendela
dengan suram ruang jiwa ku iring engkau melangkah
sedangkan pintu masih bercelah, karena semua nampak tergesa
dari celah itu mengalirlah luka yang berdarah- darah
mungkin bercampur duka lama yang masih terasa,.. dan tersisa,-
 
 

SENANDUNG SENJA

Jangankan senandung lirih,..
jeritanku pun tak akan sampai kepadamu
senjaku bernyanyi bukan menyambut rindu
bukan ritual sakral dalam tautan kalbuku
namun tentang lelahnya kalbuku menunggu pengertianmu
sekedar menunggu dibatas hatiku,.. hatimu
yang semakin lama semakin terlunta lunta
karena noktah yang terlalu lama ada antara kita
berderet panjang memisahkan lagi tak terhapuskan
kasih,.. batas hati ini t'lah tumbuh menjadi tebing yang tinggi
andai sendiri mana mampu daku mendaki
ahh,.. kapankah kan dapat kulalui batas itu
dan dendang senjaku tiada lagi utuh dikalbu
kalbu membiru yang pernah kau simpan untukku,-
 
 

KUCARI JAWABANMU

Waktu yang meminumkan
berbagai rasa yang bagiku hampa
sedangkan alam fikir tersendat untuk mengalir
bagaimana daku kan sampai dimuara itu?
ingin bertanya pada siapa tersimpan jawabannya
ingin ku menyeru pada siapa seruan itu?
sedang bibirku kelu, "kenapa?" daku tak tahu?
owhh,.. rinduku akan jawaban itu
entah bagaimana dengan rasamu?
engkau telah tahu akan air mataku
dan engkau telah terang dengan keredupan
sedang aku menunduk berat di hitam pekat
sekujur wajah ditoreh jelaga
mana bisa ku bertatap muka
dengan cerahmu duhai belahan jiwa
sampai kini ku terlena,..
terlena di kecupan cinta,-