Berbutir butir rasa hati
tegap berjalan,.. kepedihan ku nafi'kan
dan keresahan daku sibakkan
terkadang di wakilkan peluh di badan
sesekali hujan menguji
namun basah karenanya ku anggap tak berarti
andaipun sang rembulan
tiada lagi sejajar dengan awan
ini daku menyambutmu semestaku
di hantar halilintar hatiku sesekali bergetar
bergetar asa ini tiada sempat tuk terhantar
hingga mimpi malam tadi
tiada akan ku semai dipagi nanti
adalah taman bunga
hanyalah bermusim sekali saja
bukankah semua yang ada
tentulah akan tersia sia,-
tegap berjalan,.. kepedihan ku nafi'kan
dan keresahan daku sibakkan
terkadang di wakilkan peluh di badan
sesekali hujan menguji
namun basah karenanya ku anggap tak berarti
andaipun sang rembulan
tiada lagi sejajar dengan awan
ini daku menyambutmu semestaku
di hantar halilintar hatiku sesekali bergetar
bergetar asa ini tiada sempat tuk terhantar
hingga mimpi malam tadi
tiada akan ku semai dipagi nanti
adalah taman bunga
hanyalah bermusim sekali saja
bukankah semua yang ada
tentulah akan tersia sia,-

No comments:
Post a Comment