Maafkan aku yang hanya menyinta dengan sederhana
ku ucapkan jujur karena sudah terlanjur
memang diri sering kali diam dan bermain main dengan alam fikiran
itupun jikalau diri telah lelah membuka mata pada riuhnya dunia
dan kumanjakan kefanaannya dengan terpejam
tetapi apabila mentari bersinar lagi
pada taman itu serasa silau tuk sembunyi
dan berasa lelah terkulai di kediaman badan
lalu ku sentuh air sekedar turut mengalir
dan nikmat dunia ku bawa serta kedalam sana
mungkin kita memang tiada sama
bagiku saat pagiku beranjak rasa di hulu rindu
tuk menyeimbangkan rasa di kalbu
membentuk karsa di hilir masa
tentunya dengan satu janji
agar tiada henti untuk mencoba menuangkan kata setia
bukan dengan jalan menggilir cintaNya dengan akal yang berfoya foya
memang segala tentangNya adalah segala Pesona
mana pantas hamba mendongakkan kepala kepadaNya,-

No comments:
Post a Comment