Friday, April 27, 2012

Fajar,..

akankah berpijar


menyising dengan wajar


alam berujar pustaka berjajar



dimata melantunkan kesunyian



di hati menyerat meneggelamkan


bersama luruhnya badan


fajarku dalam khiasan,..




Friday, April 6, 2012

PEDIH DAN DUKA

Memandang satu mimpi
bayangnya sampai ke hati
merelung, mengasyikkanku tuk termenung
kasih sayang membuatku terbayang-bayang
sehari serasa bak sepekan

Tiada seperti jengahku
menyalami kisah yang lalu
pedih mencumbu beribu-ribu
dan masa kurasakan lama
tuk sekedar sudahi luka,-


BUNGA MALAM

Derai-derai hati
pada gerahnya diri
yang ditopang duri
berkelebat semu kelabu
menuntun ke alam semu,








Bersatu lengan
mengayuh harapan
tirai tersibak
harum semerbak
merekah bunga
menuai madunya,-


H I L A N G

Betapa ketakutanku akan lalai dalam kata
 

terpisah jauh lirik dengan musiknya
 

menembangkan angan
 

terpuruk tak terelakkan
 

mengigau sedu sedan
 

bak bunga tercampak dari jambangan
 

biarlah malamku gelap rembulan tercekat
 

bintangnya sirna ke alam maya
 

rasaku tak satu lagi
 

dimana ahrus berbagi,..?

H A T I K U

Menitikkan rasa
 

melalui kata
 

menghamba dan memuja
 

berindah-indah
 

bagaikan pujangga
 

yang melantunkan cinta
 

pada kekasihnya
 

dan kerinduanku terpendam
 

di dasar kecintaan
 

menghadirkan impian-impian
 

disaat malamku terpejam
 

karenamu duhai pujaan,-


LEKAS MELINTAS

Laksana demam tinggi
 

bergumam daku di dalam hati
 

pulang pergi kemasa lalu dan masa kini
 

menyibak semak berduri
 

menyayat dalam dikulit ini
 

ku yakin takdir tak getir
 

mana pantas terucap lewat bibir
 

serasa akal kan mencibir
 

begitulah hati bila bersya'ir,-


JELAGA MALAM

Akulah jelaga malam
 

terlupa saat siang
 

menganga pada harapan
 

kelopak mata terbuka
 

mengerjap disaat senja
 

malamku gelap gulita
 

dan menyesali cinta
 

pada rindu yang salah
 

sesalnya menyesakkan dada
 

berkeluh kesah sepanjang masa
 

lalu gempita dalam derita,-

MALAMKU BERMANJA

Hatiku telah direnggut malam
 
merindukan Bulan dan bintang
 
menyapa jiwa mandi dalam cahaya
 
merenung bersama lembayung
 
berlari-lari di lengkung pelangi
 
kan ku jadikan semesta berarti
 
tuk ku bisikkan padamu
 
duhai kasih pemilik kalbu,-
 
 

SENANDUNG

Malam telah sunyi
 
pada peraduan akan ku lacurkan diri
 
menggapai keindahan dalam mimpi
 
menghapus sedu-sedan hari ini
 
duhai pagi,.. semoga engkau merinduku
 
seperti daku yang mengharap tuk dapat bertemu
 
dengan sang mentari tuk membakar hasrat-hasratku
 
hasrat yang tertunda di hempas alfa yang menghiba-hiba
 
maka curahkanlah dan sampaikanlah do'a hamba
 
karen ajikalau do'a hamba tiada sampai pada tempatNya
 
niscaya makna hidupku hanyalah sebongkah luka
 
terbalut dunia nan fana
 
bersama meraka yang hanya mereka-reka
 
sedang hatiku pada JemariNya,-


LUAPAN RASA

Apapun yang engkau ungkapkan
 
bagiku adalah kesan
 
betapa hatiku begitu ingin
 
menitipkan salam lewat angin
 
mengusir malam yang ku rasakan dingin
 
mengajak engkau turut berbaring
 
di peraduan kasihku
 
tuk mendekap kalbumu
 
agar khazanah rindu dapat terpadu
 
menyulam asa mendekap rasa
 
dalam waktu yang di punya selalu bersama
 
semoga semua meridhokannya,-


ASMARA ATAU CINTA?

Duhai jelita,..
berpongah lupa kan renta dan menua
kenapa engkau latah dalam menyinta?
mengumpamakannya hanya dalam asmara?
bagaimana engkau yakini
membagi hati dengan banyak hati?
mungkin akan habis hatimu terbagi
itu berarti telah mendzolimi diri
Aah,.. bagaimana engkau kelak kan punya cinta?
jika sedang bagi diri saja tiada punya?
tiada takutkah dirimu?
akan mengeras seisi jiwamu
karena kecintaan tak sejalan dengan kerinduan
kan sampaikah nanti perjalanan diri?
jika rahmat Ilahi tiada mampu kau sikapi?


ASMARA YANG SALAH

Menelusuri rindu yang telah kau beri
meskipun kau lupakan cinta karenanya
keasyikan karenamu menghapus kenangan masa lalu
jadilah daku sang pungguk nan merindumu
tentangnya selalu menghadirkan tanya
sengajakah dia melakukan semua?
memebebani hati dengan kecintaan
meninggalkan asa kerinduan
menggugah angan
memapahnya kedalam khayalan
adakah yang salah dengan rasaku?
jika saatnya kan tiba nanti
kan ku kembalikan semua yang kau beri
dan akan ku ambil hati yang ku titipkan
agar pada masanya tiada engkau patahkan,..


DIAM MERINDU

Kesunyian,..
di kidungkan malam,

Sendirian,..

anganku terbang,

Di langit biru,..
berawan kelabu,

Dan berwindu-windu,..
daku merindu,

Menyanyikan tembang,..
syahdu berdendang,

Pulang pergi kesana kemari
tiada lelah mencari tuk sekedar meyakini
hari-hariku kan dicerahkan harapan
yang terlalu lama bersemayam dalam diam
diam menantikanmu, namun tak diam mencintaimu,..


Monday, April 2, 2012

J E L I T A

Di jurang kesendirian
mengenang masa nan silam
saat bahagia di taman bunga
berteman kupu-kupu kalbu nan merindu
berbisik syahdu engkau merayu
rambutmu berderai di belai sang bayu
ku petik kembang kenangan
ku selipkan indah di angan
membara hasrat kurasa
berpijar asa di jiwa
jika saja masanya kan segera tiba
aku yakin dan selalu percaya
esok atau lusa kita kan mengulangnya
daku bernyanyi engkau menari
tembangkan kerinduan dalam kesatuan
laksana terbang ke atas awan
begitu khayalku berlagu
jika bayangmu datang menggodaku
duhai jelita ayu
hadirmu selalu ku tunggu,..



SENJA MENYINTA

Indahnya tatapan mata
sampai ke jiwa nuansanya
sebiji tanamkan cinta
di taman hati bak merekah
membuatku selalu merindu
telah tergetar alam jiwaku
memang sebentar kita bertemu
bagaikan telah lama bersamamu selalu
bayang merona dipelupuk mata
menghias di belantara rasa
sungguh engkau kharizma pesona
kekaguman tak henti bergumam
akhlak nan anggun tersulam
begitu simpati diri atas engkau
tercipta olehNya memukau
laksana permata nan berkilau,-


MAHA KASIH

 Memetik waktu
 

disaat malam memelukku
 

erat sekali menggetarkan hati
 

serasa detak nadi ini pun terhenti
 

telah kau beri daku cinta
 

engkau sematkan didasar dada
 

betapa panasnya rindu ku rasa
 

hampir-hampir membakar seisi jiwa
 

tanpamu maha dewi terkasih
 

mana mampu asmara ini ku sikapi
 

manalah tahan, rindu melejang-lejang
 

aral yang panjang tak henti menghadang 

namun bayangmu setajam pedang
 

menebas tirai penghadang,-


SEKALUNG RASA SEKUNTUM DOA

 Duhai hati yang tersudut sunyi
 

sejahteralah dalam sekuntum do'a
 

hanya ini yang masih kupunya
 

semoga kan merekah diujung sana
 

diseberang jalan
 

batas kita terus berjalan
 

pada masanya ajal kan menelan
 

tanpa peduli kata kesiapan
 

senja yang mengiaskan usia
 

malam kian yang mencekam
 

betapa tercekatnya daku
 

bila mengingat akan kabarmu,-

DISAAT CINTA SETAAT RINDU

Masih ku sempatkan rindu
 
disiangku dan disenja nanti
 
sampai akan datang gelap malam
 
karena kecintaan yang bersemayam
 
resah gelisah gundah gulana dirimba masa
 
aku akan setia menimang kerinduan
 
bersuka hati dalam kesetiaan
 
yang bagiku adalah tamu kehormatan
 
dan akan ku persilahkan
 
tuk sejiwa dan bersatu dalam badan
 
karena setelahnya
 
tiada akan ada yang lebih berharga
 
bak reliji yang dita'ati umatnya,-

MENYEMAT CINTA DISUNTING RAGU

Pada malam ku letakkan kerinduan
pada sepi ku bisikkan satu mimpi
cinta merenggut kedamaian hati
kebahagiaan tak sedekat pandangan
tak sejauh khayal di angan,

Cinta berselubung resah
kaki berjalan kelelahan
hati diam kesusahan
berpihakkah nasib dibadan
atau hianat menyemat penderitaan.. ?


BIRU RINDU

Bersama malam
budi siang tadi lahirkan tuntutan
dalam perenungan
siang telah melelahkan
senja menjamah rasa lelah
berharap tubuh kan rebah
impian indah semusim
pada kedalaman angan bermukim
menanti fajar yang akan menyingsing
betapa hatiku merasa kaku
lidah ingin mengucapkan rindu
namun daku tak mampu
adalah satu upaya yang ku tahu
membisikannya pada harapan
agar kerinduan tersampaikan
lewat angin malam
lewat dekapan kelam
lewat mimpi-mimpi
yang akan terjadi malam ini
kasih,.. akankah engkau mengerti
disini,.. daku selalu menanti
menanti pengertianmu
akan rinduku
padamu,-
 
 

CUBITAN KECIL

Cubitan kecil
 

membuat hatiku menggigil
 

sakit namun bernuansa pesona
 

sebagai bagian moment terindah
 

suka hati daku mengingatnya
 

semoga engkau akan maklum
 

semoga esok seukir senyum kan ranum
 

dibibirmu yang selalu ingin ku kulum
 

hayalku laksana ahli nujum
 
kalau tiada terjadi bak tertusuk jarum
 

namun karenamu akau akan tersenyum
 

tersenyum dan tersenyum,-

BENANG SUTERA

Antara aku dan engkau
 

tiada terjangkau benang sutra
 

entah dari mana ku yakini ikatannya
 

betapa aku telah membuka lebar-lebar daun telinga
 

tetap saja yang terjadi adalah picingan mata
 

dimatamu aku hanya penyair yang bertabir
 

bisa jadi engkau samakan dengan penyihir
 

yang selalu saja beraji-aji dengan bibir
 

disaat daku berkata kata
 

engkau melihatnya aku membaca mantra
 

komat-kamit dipelupuk mata
 

betapa amit-amit aku baginya,.. 

GELORA

Malam ini
mungkin terhenti melodi
untuk menembangkan gemuruh hati
karena gelora akan ternoda
betapa mereka
yang berkuasa dan berpesta
bersuka-suka dijalannya
terlupa pada keniatannya
lalu akan hilanglah pesona
menggadaikan falsafah
sedang pada akhirnya
akan hilang jawaban atas pertanyaan
siapa yang harus disalahkan
betapa semua sistem dalam kerusakan
sedang tiada terelakkan
kasihanilah diri wahai tiap-tiap diri
kefanaan melambai-lambai
kemiskinan yang berpartai-partai
dari perkara perut sampai pada titik nadi
dari kewibawaan sampai pada kejiwaan
begitulah hati bila bercendawan,-


SENJA KITA

Berselimut senja
petangku terlena
malam bangkit dari tidurnya,
Gelora hati siang tadi
mengikis pagi nan berseri
jua mimpi-mimpi malam tadi
tiada kembali bagi diri
nyatanya usang
sebagai tembang peraduan
pergi lalu datang kembali
dan aku masih disini
selalu mencoba mengenali
sekerat hati
yang selalu berotasi
atas nama diri
sebagai syafaat Ilahi Robbi
Zdat yang Maha Halus
Maha mengurus
kecintaanNya tiada terbilang
Dialah Zdat yang Maha Kasih Maha sayang,-


MUSIM DI HATI

Jari-jari mungil
berlari-lari kecil
tanpa berfikir hasil
meniti dijalan berkerikil

keresahan hati
telah didapati bagi diri
sekuntum mawar berseri
bak bunga dari surgawi

Hidup dsalam mimpi
bersama apapun yang akan terjadi
tiada peduli rintangan akan dihadapi
yang lain serasa tiada berarti
begitu cinta saat bersemi,-
 
 

SI ANAI

Aku Si Anai ditengah badai
terlunta-lunta tiada arah
impikan arti di hayat diri
inginnya terbang tinggi bersuka hati
namun terpontang panting kanan kiri,

Bersama karisma Malam,..
yang merentangkan lengan
mendongak, menatap bulan dan bintang
meski mereka tiada akan tahu maksud hatiku
betapa asa berharap dapat terbang kesana
menyatu dalam pustaka angkasa
menjelma dalam nuansa cahaya
yang begitu indah dalam tatapan mata
sebagai khazanah jiwa

apalah daya,..
merekapun tiada pernah akan turun kesini
seperti harapan diri
kecuali dalam masa yang telah terkaji
sebagai ketentuan Ilahi Robbi,-
 
 

JEMARIKU JEMARINYA

Jemari kaku
bak kulit kayu
tiada pernah layu untuk berkayuh
sang surya menyengat
menghangat cucuran keringat
jernih menghiasi jasad
sekedar mengukirkan upaya badan
sebagai pembuktian seorang insan
dan jutaan warna diluaran sana
tentulah dalam nuansa pesona nan sama
semoga nikmat sehat, nikmat semangat
menuangkan himah bagi semua
untuk tegap berdiri diatas dua kaki
menunaikan kewajiban tiap-tiap diri
begitulah arti yang daku coba mengerti
,-


KE RELAAN

Bersama kejapan rindu
angan melukis wajahmu
,.. tersenyum,

Tergetar hati ini

betapa ingin mengulang lagi
mengosongkan ruang hati
,..buatmu,

Laksana menanti
bagi diri itu berarti
seperti rasa sakit
,.. yang terobati,

Dan telah ku relakan
asmara yang tak terelakkan
,.. duhai pujaan,-
 
 

PERTANYAAN

Daku mengadu,
 
atas rasaku
 
dari perih hati tertancap duri
 
sampai diambang nestafa
 
menebas senjata
 
dengan ukiran pena
 
melengkapi kata dalam nada
 
namun berlaksa tirai tergerai
 
menyibak satu-satu lenganku lunglai
 
haruskah persaksian tergadai?
 
sapa ku ucap
 
berharap tanya akan terjawab,-
 
 

MAKNAMU

Derita diri,..
disaat hati didekap sunyi
Kukalungkan tembang malam
dileherjenjang sang rembulan
disertai gelapnya alam
diluaran sana,.. banyak jiwa dalam tanya
sedang tiada ada habisnya
Dari tepian,.. salam atasmu ku suratkan
atas nuansa pesona yang tersiratkan
dalam diam serasa membisikkan
betapa pustakaNya Maha sempurna
akankah khazanah jiwa mampu menterjemahkannya?
bagitu hamba mencari makna atas semesta
melintas dari warna ke warna
melupakan waktu yang menunggu
sebagai teman setia yang akan menghantarku
ke h a r i b a a n-M u,.. di suatu waktu,-