Setinggi-tingginya tempat, sejauh-jauhnya jarak, selama-lamanya saat, Bila didapat ia di diri.
Friday, April 27, 2012
Friday, April 6, 2012
SENANDUNG
Malam telah sunyi
pada peraduan akan ku lacurkan diri
menggapai keindahan dalam mimpi
menghapus sedu-sedan hari ini
duhai pagi,.. semoga engkau merinduku
seperti daku yang mengharap tuk dapat bertemu
dengan sang mentari tuk membakar hasrat-hasratku
hasrat yang tertunda di hempas alfa yang menghiba-hiba
maka curahkanlah dan sampaikanlah do'a hamba
karen ajikalau do'a hamba tiada sampai pada tempatNya
niscaya makna hidupku hanyalah sebongkah luka
terbalut dunia nan fana
bersama meraka yang hanya mereka-reka
sedang hatiku pada JemariNya,-
LUAPAN RASA
Apapun yang engkau ungkapkan
bagiku adalah kesan
betapa hatiku begitu ingin
menitipkan salam lewat angin
mengusir malam yang ku rasakan dingin
mengajak engkau turut berbaring
di peraduan kasihku
tuk mendekap kalbumu
agar khazanah rindu dapat terpadu
menyulam asa mendekap rasa
dalam waktu yang di punya selalu bersama
semoga semua meridhokannya,-
ASMARA ATAU CINTA?
Duhai jelita,..
berpongah lupa kan renta dan menua
kenapa engkau latah dalam menyinta?
mengumpamakannya hanya dalam asmara?
bagaimana engkau yakini
membagi hati dengan banyak hati?
mungkin akan habis hatimu terbagi
itu berarti telah mendzolimi diri
Aah,.. bagaimana engkau kelak kan punya cinta?
jika sedang bagi diri saja tiada punya?
tiada takutkah dirimu?
akan mengeras seisi jiwamu
karena kecintaan tak sejalan dengan kerinduan
kan sampaikah nanti perjalanan diri?
jika rahmat Ilahi tiada mampu kau sikapi?
berpongah lupa kan renta dan menua
kenapa engkau latah dalam menyinta?
mengumpamakannya hanya dalam asmara?
bagaimana engkau yakini
membagi hati dengan banyak hati?
mungkin akan habis hatimu terbagi
itu berarti telah mendzolimi diri
Aah,.. bagaimana engkau kelak kan punya cinta?
jika sedang bagi diri saja tiada punya?
tiada takutkah dirimu?
akan mengeras seisi jiwamu
karena kecintaan tak sejalan dengan kerinduan
kan sampaikah nanti perjalanan diri?
jika rahmat Ilahi tiada mampu kau sikapi?
ASMARA YANG SALAH
Menelusuri rindu yang telah kau beri
meskipun kau lupakan cinta karenanya
keasyikan karenamu menghapus kenangan masa lalu
jadilah daku sang pungguk nan merindumu
tentangnya selalu menghadirkan tanya
sengajakah dia melakukan semua?
memebebani hati dengan kecintaan
meninggalkan asa kerinduan
menggugah angan
memapahnya kedalam khayalan
adakah yang salah dengan rasaku?
jika saatnya kan tiba nanti
kan ku kembalikan semua yang kau beri
dan akan ku ambil hati yang ku titipkan
agar pada masanya tiada engkau patahkan,..
meskipun kau lupakan cinta karenanya
keasyikan karenamu menghapus kenangan masa lalu
jadilah daku sang pungguk nan merindumu
tentangnya selalu menghadirkan tanya
sengajakah dia melakukan semua?
memebebani hati dengan kecintaan
meninggalkan asa kerinduan
menggugah angan
memapahnya kedalam khayalan
adakah yang salah dengan rasaku?
jika saatnya kan tiba nanti
kan ku kembalikan semua yang kau beri
dan akan ku ambil hati yang ku titipkan
agar pada masanya tiada engkau patahkan,..
DIAM MERINDU
Kesunyian,..
di kidungkan malam,
Sendirian,..
anganku terbang,
Di langit biru,..
berawan kelabu,
Dan berwindu-windu,..
daku merindu,
Menyanyikan tembang,..
syahdu berdendang,
Pulang pergi kesana kemari
tiada lelah mencari tuk sekedar meyakini
hari-hariku kan dicerahkan harapan
yang terlalu lama bersemayam dalam diam
diam menantikanmu, namun tak diam mencintaimu,..
di kidungkan malam,
Sendirian,..
anganku terbang,
Di langit biru,..
berawan kelabu,
Dan berwindu-windu,..
daku merindu,
Menyanyikan tembang,..
syahdu berdendang,
Pulang pergi kesana kemari
tiada lelah mencari tuk sekedar meyakini
hari-hariku kan dicerahkan harapan
yang terlalu lama bersemayam dalam diam
diam menantikanmu, namun tak diam mencintaimu,..
Monday, April 2, 2012
J E L I T A
Di jurang kesendirian
mengenang masa nan silam
saat bahagia di taman bunga
berteman kupu-kupu kalbu nan merindu
berbisik syahdu engkau merayu
rambutmu berderai di belai sang bayu
ku petik kembang kenangan
ku selipkan indah di angan
membara hasrat kurasa
berpijar asa di jiwa
jika saja masanya kan segera tiba
aku yakin dan selalu percaya
esok atau lusa kita kan mengulangnya
daku bernyanyi engkau menari
tembangkan kerinduan dalam kesatuan
laksana terbang ke atas awan
begitu khayalku berlagu
jika bayangmu datang menggodaku
duhai jelita ayu
hadirmu selalu ku tunggu,..
mengenang masa nan silam
saat bahagia di taman bunga
berteman kupu-kupu kalbu nan merindu
berbisik syahdu engkau merayu
rambutmu berderai di belai sang bayu
ku petik kembang kenangan
ku selipkan indah di angan
membara hasrat kurasa
berpijar asa di jiwa
jika saja masanya kan segera tiba
aku yakin dan selalu percaya
esok atau lusa kita kan mengulangnya
daku bernyanyi engkau menari
tembangkan kerinduan dalam kesatuan
laksana terbang ke atas awan
begitu khayalku berlagu
jika bayangmu datang menggodaku
duhai jelita ayu
hadirmu selalu ku tunggu,..
SENJA MENYINTA
Indahnya tatapan mata
sampai ke jiwa nuansanya
sebiji tanamkan cinta
di taman hati bak merekah
membuatku selalu merindu
telah tergetar alam jiwaku
memang sebentar kita bertemu
bagaikan telah lama bersamamu selalu
bayang merona dipelupuk mata
menghias di belantara rasa
sungguh engkau kharizma pesona
kekaguman tak henti bergumam
akhlak nan anggun tersulam
begitu simpati diri atas engkau
tercipta olehNya memukau
laksana permata nan berkilau,-
sampai ke jiwa nuansanya
sebiji tanamkan cinta
di taman hati bak merekah
membuatku selalu merindu
telah tergetar alam jiwaku
memang sebentar kita bertemu
bagaikan telah lama bersamamu selalu
bayang merona dipelupuk mata
menghias di belantara rasa
sungguh engkau kharizma pesona
kekaguman tak henti bergumam
akhlak nan anggun tersulam
begitu simpati diri atas engkau
tercipta olehNya memukau
laksana permata nan berkilau,-
MAHA KASIH
Memetik waktu
disaat malam memelukku
erat sekali menggetarkan hati
serasa detak nadi ini pun terhenti
telah kau beri daku cinta
engkau sematkan didasar dada
betapa panasnya rindu ku rasa
hampir-hampir membakar seisi jiwa
tanpamu maha dewi terkasih
mana mampu asmara ini ku sikapi
manalah tahan, rindu melejang-lejang
aral yang panjang tak henti menghadang
namun bayangmu setajam pedang
menebas tirai penghadang,-
disaat malam memelukku
erat sekali menggetarkan hati
serasa detak nadi ini pun terhenti
telah kau beri daku cinta
engkau sematkan didasar dada
betapa panasnya rindu ku rasa
hampir-hampir membakar seisi jiwa
tanpamu maha dewi terkasih
mana mampu asmara ini ku sikapi
manalah tahan, rindu melejang-lejang
aral yang panjang tak henti menghadang
namun bayangmu setajam pedang
menebas tirai penghadang,-
SEKALUNG RASA SEKUNTUM DOA
Duhai hati yang tersudut sunyi
sejahteralah dalam sekuntum do'a
hanya ini yang masih kupunya
semoga kan merekah diujung sana
diseberang jalan
batas kita terus berjalan
pada masanya ajal kan menelan
tanpa peduli kata kesiapan
senja yang mengiaskan usia
malam kian yang mencekam
betapa tercekatnya daku
bila mengingat akan kabarmu,-
sejahteralah dalam sekuntum do'a
hanya ini yang masih kupunya
semoga kan merekah diujung sana
diseberang jalan
batas kita terus berjalan
pada masanya ajal kan menelan
tanpa peduli kata kesiapan
senja yang mengiaskan usia
malam kian yang mencekam
betapa tercekatnya daku
bila mengingat akan kabarmu,-
DISAAT CINTA SETAAT RINDU
Masih ku sempatkan rindu
disiangku dan disenja nanti
sampai akan datang gelap malam
karena kecintaan yang bersemayam
resah gelisah gundah gulana dirimba masa
aku akan setia menimang kerinduan
bersuka hati dalam kesetiaan
yang bagiku adalah tamu kehormatan
dan akan ku persilahkan
tuk sejiwa dan bersatu dalam badan
karena setelahnya
tiada akan ada yang lebih berharga
BIRU RINDU
Bersama malam
budi siang tadi lahirkan tuntutan
dalam perenungan
siang telah melelahkan
senja menjamah rasa lelah
berharap tubuh kan rebah
impian indah semusim
pada kedalaman angan bermukim
menanti fajar yang akan menyingsing
betapa hatiku merasa kaku
lidah ingin mengucapkan rindu
namun daku tak mampu
adalah satu upaya yang ku tahu
membisikannya pada harapan
agar kerinduan tersampaikan
lewat angin malam
lewat dekapan kelam
lewat mimpi-mimpi
yang akan terjadi malam ini
kasih,.. akankah engkau mengerti
disini,.. daku selalu menanti
menanti pengertianmu
akan rinduku
padamu,-
budi siang tadi lahirkan tuntutan
dalam perenungan
siang telah melelahkan
senja menjamah rasa lelah
berharap tubuh kan rebah
impian indah semusim
pada kedalaman angan bermukim
menanti fajar yang akan menyingsing
betapa hatiku merasa kaku
lidah ingin mengucapkan rindu
namun daku tak mampu
adalah satu upaya yang ku tahu
membisikannya pada harapan
agar kerinduan tersampaikan
lewat angin malam
lewat dekapan kelam
lewat mimpi-mimpi
yang akan terjadi malam ini
kasih,.. akankah engkau mengerti
disini,.. daku selalu menanti
menanti pengertianmu
akan rinduku
padamu,-
CUBITAN KECIL
Cubitan kecil
membuat hatiku menggigil
sakit namun bernuansa pesona
sebagai bagian moment terindah
suka hati daku mengingatnya
semoga engkau akan maklum
semoga esok seukir senyum kan ranum
dibibirmu yang selalu ingin ku kulum
hayalku laksana ahli nujum
kalau tiada terjadi bak tertusuk jarum
namun karenamu akau akan tersenyum
tersenyum dan tersenyum,-
membuat hatiku menggigil
sakit namun bernuansa pesona
sebagai bagian moment terindah
suka hati daku mengingatnya
semoga engkau akan maklum
semoga esok seukir senyum kan ranum
dibibirmu yang selalu ingin ku kulum
hayalku laksana ahli nujum
kalau tiada terjadi bak tertusuk jarum
namun karenamu akau akan tersenyum
tersenyum dan tersenyum,-
BENANG SUTERA
Antara aku dan engkau
tiada terjangkau benang sutra
entah dari mana ku yakini ikatannya
betapa aku telah membuka lebar-lebar daun telinga
tetap saja yang terjadi adalah picingan mata
dimatamu aku hanya penyair yang bertabir
bisa jadi engkau samakan dengan penyihir
yang selalu saja beraji-aji dengan bibir
disaat daku berkata kata
engkau melihatnya aku membaca mantra
komat-kamit dipelupuk mata
betapa amit-amit aku baginya,..
tiada terjangkau benang sutra
entah dari mana ku yakini ikatannya
betapa aku telah membuka lebar-lebar daun telinga
tetap saja yang terjadi adalah picingan mata
dimatamu aku hanya penyair yang bertabir
bisa jadi engkau samakan dengan penyihir
yang selalu saja beraji-aji dengan bibir
disaat daku berkata kata
engkau melihatnya aku membaca mantra
komat-kamit dipelupuk mata
betapa amit-amit aku baginya,..
GELORA
Malam ini
mungkin terhenti melodi
untuk menembangkan gemuruh hati
karena gelora akan ternoda
betapa mereka
yang berkuasa dan berpesta
bersuka-suka dijalannya
terlupa pada keniatannya
lalu akan hilanglah pesona
menggadaikan falsafah
sedang pada akhirnya
akan hilang jawaban atas pertanyaan
siapa yang harus disalahkan
betapa semua sistem dalam kerusakan
sedang tiada terelakkan
kasihanilah diri wahai tiap-tiap diri
kefanaan melambai-lambai
kemiskinan yang berpartai-partai
dari perkara perut sampai pada titik nadi
dari kewibawaan sampai pada kejiwaan
begitulah hati bila bercendawan,-
mungkin terhenti melodi
untuk menembangkan gemuruh hati
karena gelora akan ternoda
betapa mereka
yang berkuasa dan berpesta
bersuka-suka dijalannya
terlupa pada keniatannya
lalu akan hilanglah pesona
menggadaikan falsafah
sedang pada akhirnya
akan hilang jawaban atas pertanyaan
siapa yang harus disalahkan
betapa semua sistem dalam kerusakan
sedang tiada terelakkan
kasihanilah diri wahai tiap-tiap diri
kefanaan melambai-lambai
kemiskinan yang berpartai-partai
dari perkara perut sampai pada titik nadi
dari kewibawaan sampai pada kejiwaan
begitulah hati bila bercendawan,-
SENJA KITA
Berselimut senja
petangku terlena
malam bangkit dari tidurnya,
Gelora hati siang tadi
mengikis pagi nan berseri
jua mimpi-mimpi malam tadi
tiada kembali bagi diri
nyatanya usang
sebagai tembang peraduan
pergi lalu datang kembali
dan aku masih disini
selalu mencoba mengenali
sekerat hati
yang selalu berotasi
atas nama diri
sebagai syafaat Ilahi Robbi
Zdat yang Maha Halus
Maha mengurus
kecintaanNya tiada terbilang
Dialah Zdat yang Maha Kasih Maha sayang,-
petangku terlena
malam bangkit dari tidurnya,
Gelora hati siang tadi
mengikis pagi nan berseri
jua mimpi-mimpi malam tadi
tiada kembali bagi diri
nyatanya usang
sebagai tembang peraduan
pergi lalu datang kembali
dan aku masih disini
selalu mencoba mengenali
sekerat hati
yang selalu berotasi
atas nama diri
sebagai syafaat Ilahi Robbi
Zdat yang Maha Halus
Maha mengurus
kecintaanNya tiada terbilang
Dialah Zdat yang Maha Kasih Maha sayang,-
MUSIM DI HATI
Jari-jari mungil
berlari-lari kecil
tanpa berfikir hasil
meniti dijalan berkerikil
keresahan hati
telah didapati bagi diri
sekuntum mawar berseri
bak bunga dari surgawi
Hidup dsalam mimpi
bersama apapun yang akan terjadi
tiada peduli rintangan akan dihadapi
yang lain serasa tiada berarti
begitu cinta saat bersemi,-
berlari-lari kecil
tanpa berfikir hasil
meniti dijalan berkerikil
keresahan hati
telah didapati bagi diri
sekuntum mawar berseri
bak bunga dari surgawi
Hidup dsalam mimpi
bersama apapun yang akan terjadi
tiada peduli rintangan akan dihadapi
yang lain serasa tiada berarti
begitu cinta saat bersemi,-
SI ANAI
Aku Si Anai ditengah badai
terlunta-lunta tiada arah
impikan arti di hayat diri
inginnya terbang tinggi bersuka hati
namun terpontang panting kanan kiri,
Bersama karisma Malam,..
yang merentangkan lengan
mendongak, menatap bulan dan bintang
meski mereka tiada akan tahu maksud hatiku
betapa asa berharap dapat terbang kesana
menyatu dalam pustaka angkasa
menjelma dalam nuansa cahaya
yang begitu indah dalam tatapan mata
sebagai khazanah jiwa
apalah daya,..
merekapun tiada pernah akan turun kesini
seperti harapan diri
kecuali dalam masa yang telah terkaji
sebagai ketentuan Ilahi Robbi,-
terlunta-lunta tiada arah
impikan arti di hayat diri
inginnya terbang tinggi bersuka hati
namun terpontang panting kanan kiri,
Bersama karisma Malam,..
yang merentangkan lengan
mendongak, menatap bulan dan bintang
meski mereka tiada akan tahu maksud hatiku
betapa asa berharap dapat terbang kesana
menyatu dalam pustaka angkasa
menjelma dalam nuansa cahaya
yang begitu indah dalam tatapan mata
sebagai khazanah jiwa
apalah daya,..
merekapun tiada pernah akan turun kesini
seperti harapan diri
kecuali dalam masa yang telah terkaji
sebagai ketentuan Ilahi Robbi,-
JEMARIKU JEMARINYA
Jemari kaku
bak kulit kayu
tiada pernah layu untuk berkayuh
sang surya menyengat
menghangat cucuran keringat jernih menghiasi jasad
sekedar mengukirkan upaya badan
sebagai pembuktian seorang insan
dan jutaan warna diluaran sana
tentulah dalam nuansa pesona nan sama
semoga nikmat sehat, nikmat semangat
menuangkan himah bagi semua
untuk tegap berdiri diatas dua kaki
menunaikan kewajiban tiap-tiap diri
begitulah arti yang daku coba mengerti,-
bak kulit kayu
tiada pernah layu untuk berkayuh
sang surya menyengat
menghangat cucuran keringat jernih menghiasi jasad
sekedar mengukirkan upaya badan
sebagai pembuktian seorang insan
dan jutaan warna diluaran sana
tentulah dalam nuansa pesona nan sama
semoga nikmat sehat, nikmat semangat
menuangkan himah bagi semua
untuk tegap berdiri diatas dua kaki
menunaikan kewajiban tiap-tiap diri
begitulah arti yang daku coba mengerti,-
MAKNAMU
Derita diri,..
disaat hati didekap sunyi
Kukalungkan tembang malam
dileherjenjang sang rembulan
disertai gelapnya alam
diluaran sana,.. banyak jiwa dalam tanya
sedang tiada ada habisnya
Dari tepian,.. salam atasmu ku suratkan
atas nuansa pesona yang tersiratkan
dalam diam serasa membisikkan
betapa pustakaNya Maha sempurna
akankah khazanah jiwa mampu menterjemahkannya?
bagitu hamba mencari makna atas semesta
melintas dari warna ke warna
melupakan waktu yang menunggu
sebagai teman setia yang akan menghantarku
ke h a r i b a a n-M u,.. di suatu waktu,-
disaat hati didekap sunyi
Kukalungkan tembang malam
dileherjenjang sang rembulan
disertai gelapnya alam
diluaran sana,.. banyak jiwa dalam tanya
sedang tiada ada habisnya
Dari tepian,.. salam atasmu ku suratkan
atas nuansa pesona yang tersiratkan
dalam diam serasa membisikkan
betapa pustakaNya Maha sempurna
akankah khazanah jiwa mampu menterjemahkannya?
bagitu hamba mencari makna atas semesta
melintas dari warna ke warna
melupakan waktu yang menunggu
sebagai teman setia yang akan menghantarku
ke h a r i b a a n-M u,.. di suatu waktu,-
Subscribe to:
Comments (Atom)
-
Di saat rembulan bertanya kapankah akan sehati dengan sang mentari? bintang pun turut berlagu "aku datang untukmu" mega kelabu...
-
Melalang ke ujung harapan menyeberang di batas kesunyian muncul dan hilang bagai percikan dan aku merona memantik pesona untuk malam la...
-
Bergumam tentang tawa disatu masa menyuratkan banyak kabar dari bentangan masa yang lebar satu satu ku balas senyummu meski berderai ai...

.jpg)



























