Wednesday, August 13, 2014

Uraian Garis Tangan

Kodratmu rasa
mengarungi masa
di samudera cinta
mengayuh membuta
tak kenali arah,

Pantaimu jauh
mengelu rindu
asa bak layu
tujuan jauh,

Masih ku bingkai hati
dengan air mata jernih
memegang janji
setelah kembali,

Pada Yang Agung
do'a bersenandung
jika tak sampai di hujung
kisah ku usung,-


Tembang Bunga

Lancang malam kau goncang
bak mengharap purnama berjalan pincang
angin yang berhembus kau tantang
dan gelap berselisih menentang
pijaran cahaya kilauan bintang,


Di ufuk bumi sendiri
bersimpuh mengaryakan hati
seonggok jasad bernyanyi
meniti arah tak pasti
mencari bahagia yang sembunyi,


Kisahmu bunga
harumnya sirna
kusam tak bewarna
memupuk jelaga
yang khusuk mencela,-



Perjalanan

Tempat yang ku tuju
bukan tempat yang pernah ku lalui
ruang yang ku cari
bukan ruang yang akan ku tinggalkan
dan nama yang ku ingat
bukan nama yang akan ku lupakan,

Bilakah namamu
yang tiada akan terhapuskan
menjadi keindahan
sedang tak pernah usang
sepanjang jalan dan zaman
di masa depan,-



Catatan Malam

Cahaya hitam membentang
warna abadi malam nan sepi
terdampar di kaki langit
dengan keluh kesah ku rakit
mengarungi cakrawala dunia
berbekal seuntai kata
sebagai hiasan indah
di hati dan isi kepala,
mangalir ibarat air
mengukir bukan menukik
jatuh jangan terhempas
hilang jangan di lupakan
semua nyata pembelajaran
pun hiasan indah jiwa dan badan
maknai rasa tak berkesudahan,-



Senandung Malam

Di kaki malam
bumi ku pijak kelak ku tiduri
langit nan jauh di ubun-ubunku
sesaat suara-suara hilang
melintas gerak di padang lapang
gentar berlaksa-laksa rasa
sadarku bak embun lekat di bunga
deras daun kering di arus mengalir
air mata berbutir-butir
menyusun tangis dan jeritan getir
tanpa pertolongan melolong
jerat dan pikat nikmat mengikat
godaan terlanjur di suratkan
gelora fana dalam goyah
rapuhku kukuh yakin tak teguh
ku suarakan do'a-do'aku
semoga tak tergadai jiwa nan lalai
dengan sekerat ikhlas ku berandai-andai,-



Selalu Akan Ada

Ku ucap lembut agar bersambut
panggilan mesra ungkapan jiwa
mengiring niat sapa terpanjat
dalam pujian tiap ketukan
mendekap ingin rasa di badan
ibarat puing ku jadikan tiang
membangun istana dari serpihan
sebagai kencana panji harapan
sampai berkibar hasanah hati
meski pesona alam hayati
enggan merona menerpa diri
dan tak tiap malam dihias mimpi
namun ku yakin pagi berseri
tawarkan indah bunga bersemi
menutup gundah gersangnya bumi
berenda do'a yang memagari,-



Wajah Kita

Bila siang cukup terang
cukup mentari memberi hangat
ada harapan yang menjerat
sesekali datang tersirat
tentang rerumputan
tentang gemerisik dedaunan
yang berderai di urai sang bayu
berhembus memberi rindu
sekelumit cerita tentang alam lalu
alam damai yang telah tergadai
kini anak pengembala berkidung lara
berteman kledai kurus memelas
dihempas alam mulai mengganas
padang hijau kini telah hilang
rerumputan terpendam nyalang
wajah bumi berwajah gersang,-



Persembahan Malam

Yang menua adalah fitrah
yang selalu belia adalah hayal
yang selalu berganti ialah mimpi
yang ku tinggal adalah kenangan
yang mendekat ia kematian
yang memaksa adalah kelupaan
yang berhias meminta perhatian
yang bersabar hanya ketenangan
sedang yang bergelora tak lain harapan
seperti harapanku untukmu
semoga selalu indah masamu
seindah do'a-do'aku
yang kan selalu menyunting senyum
laksana rembulan nan kian ranum
bila dapat kau petik jernih
sebelum senja hilang menepi,-



Di Bulan Terang

Merpati malam terbang
hinggap di dahan pohon salam
lewati ilalang senja
melepas gurun kering yang menyapa
basah kalbu telah merindu
membuka pintu renungan
rembulan bak kelopak mawar putih
merekah cahaya sejuk di hati
berdaun cahaya bintang gemintang
angkasa menanti tasbih bumi
seiring rerumputan menghijau
sang bayu bersurat merdu
desir hati menadah lengan
yang keriput didera masa
kumasuki bulan penuh gempita
bulan merah penghangat jiwa
semangat dari seberang yang menyala
tengadah cawan pelipur lara
membasuh keruhnya jiwa
ada harap dalam prasangka
yang menggantung di angkasa,-




Sebait Hati

Bait-bait sunyi bernyanyi
sejenak benak bersajak
dari diam kidung baranjak
menggeliat dari rantai malam
membiarkan sepi tenggelam
di ruang hampa membawa jelaga
hanyut naluri dalam tanya
gemulai hayal melambai
bak mimpi menanti
saat diri dibelai bidadari
bernaung lengkung pelangi
merelakan segala bahasa hati
dalam suara cinta di ujung sana
yang kan ku jemput dengan bahtera
seiring samudera masa yang tengah ku belah
menggapai lambaian angan
yang kan terjabat keindahan
menanti di batas pulau seberang
engkaulah nama yang takan pernah usang,-



Riak Dan Lara Hati

Engkau yang pernah ada di suhuf jiwa
di tuliskan oleh hatiku teranggap sementara
di hias dilema-dilema yang nyata
pudar terang tersimpan saat malam
tersebut kemalangan tiada terbilang
bagai jarum tajam kisah ini bak menghujam
sampai kehati nyeri penuh terisi duri
merekah luka-luka yang sama
berdarah-darah bak nyata
mengutuk cinta dikutip kata
terbiar kesannya membakar
sebongkah dendam coba ku redam
tak mampu dipendam jalang
lalu mengalir di arus liar
menuju muara kelam
sedang menancap batu nisan
seakan satu nama siap dituliskan,-



Jelaga hitam
dari kayu terbilang
terbakar api yang nyalang
kering hangus kerontang
pujangga menuliskan suara-suara
terkadang berkisah lara
ada kata tersebut salah
ada rasa tak mampu menerima
mengapa layu yang ku sentuh
ini belaianku dari kalbu
kau tolak bahasa rindu
cinta tak bersumbu di hatimu
terpantang namaku
digurat gemulai jemarimu
ditimpa nama lain yang kau ingin
kisahku patah dalam serapah
kesan menumpuk resah
hanya padamu malam ini ku kisah
betapa pilu bahasa kalbu nan mendesah
terlalu panjang malam-malamku gelisah
putus ikatan bernama muhibbah
dalam sekatan dendam hati
karena nyata tak saling memiliki
kini yang tertinggal hanya mimpi
sedalam jurang yang tak bertepi,-



Seruling Dan Mawar

Tentang seruling dan mawar
indah dimata merdu didengar
dihayati kan terenyuh hati
di mainkan tak mengingat mati
bersimbol bak urat nadi
rindu jatuh di palung kalbu
saat mengering cinta berlalu
di mawar tersingkap duri
menyeringai tajam membelakangi
yang tersisa hanyalah suara-suara
senyatanya tembang telah tersia-sia
berawal indah berakhir celaka
tiada akhir silang sengketa
noda diukir dilubuk jiwa
esok terpungkir didunia nyata
bagai mubazir semua terkisah
mungkinkah daya tiada berkah
jangan terulang na'udzubillah,-








Selubung

Ya Maghrub kelam penutup
esok tiada kan syurup
mentari termaktub
tak mekar pun kuncup
di jantung berdetup,


Perlu penafsiran panjang
penting kelapangan ruang
biar yang berbisik cuma nurani
yang mendengar hanya telinga
yang menatap hanya mata
digapai lengan dilangkah kaki
semua adil pada porosnya
tak sempat beraku-aku
adalah sibuk berliku-liku
menuang rasa berbuku-buku
itulah aku dan kamu,..


Kiasanku

Pesonanya dulu
mimpiku yang lalu
berangsur bias
bersikukuh jauh

serasa dicinta dusta
serasa asing berkata
hilang nikmati rasa
mengharu tiba-tiba

Seisi hati
tembangkan diri
entah kan dapati
asa berselisih
parah terjadi

Kita pendendang
dialam yang kian remang
kalimat buram
bagai merejam
lebih dari mengulang,..




Kayon

Kayon
pustaka ing lakon
sejarah pitakon
mujure ngetan ngulon,

Garwa
sesigare nyawa
penguat-nguat rasa
andon urip tanduran jiwa

Kirata
kenging di kira supados nyata
anging kepungkir kang tutup mata
daya sumingkir mugia berkah,-

Suspensi

Yang kau sajikan api
berkobar melahap pasti
membakar nurani nan sunyi
diminta bergegas pergi
terbaring di taman ilusi
memetik bunga-bunga fana
menabur senyum pesona,

Hiasan sang ratu hayal
yang haus kisah sepenggal
menulis cerita janggal
tiada arti yang tinggal
tuluskah berakal
dan selalu menyangkal,-






Lautan Hati

Mengungkap essense
bersenandung di jantung
bion-bion memijar dan menjalar
meski telah datang tertolak nalar
sejernih arti nan sukar,

Membiru di lingkar kalbu
di jiwa menjadi nasamah
rintihan yang kehilangan
mestikah menjerit pilu
membatin diri mengadu
terbungkus busana ilham
nurani jadi hiasan
ku jabat kepalan tangan,-



Ku Akan Kembali

Siangku muried
terlupa masyayeikh
rapuh kelaparan kehausan
bermujahadah sendirian
tarikhah hilang keluar barisan,

Cosmosmu imaji
sehangat daya ingat
terukir di kering fikir
telah tahu tak mengingat
menimang tunas angan,-






Eksekusi

Sungguh dari sini akar bernoda
di titik pena jerit kami menyerta
nurani limbung jatuh teraniaya
kerbau-kerbau itu merumput
tak ayal tunaspun di renggut
yang tinggal pohon-pohon pirang
berbuah jarang berdaun rindang
entah sampai kapan mereka berdendang
di iring musik dan jeritan sebagai tarian,..

Koruptor serendah-rendahnya niatan kotor
pada setumpuk peluang iman menggelosor
kalau terkuak anehnya tersohor
tak punya malu biangnya teror
kata jera hanya dengan bunyi "Dorr"



Lumbung Harapan

Ku ukir seni
tafsiran hati
kata hayati
pustaka diri

Berombak kalut
semerbak surut
hasrat keriput
asa menyusut

Buah cerita
ranumnya masa
memberi warna
manis ketika

Di ladang gersang
cinta dan sayang
memberi ruang
lumbung terbilang,-






Masih Berhati

Mencakar jantung
sesal meraung
langkah terhuyung
akal berkabung

Aral telah menang
senyum tak tenang
duka yang senang
menari jalang

Kah hilang arah
terhenti langkah
asa berkisah
hidup anugerah

Ikhlas mengukur
coba bersyukur
do'a tafakkur
sebelum uzur

Semoga nyata
hapuskan maya
makmurkan jiwa
dibakar asa,-




Sengketa

Karyamu rasa
berlagu cipta
menabur cinta
di ruang masa

Permata redup
tak terang hidup
suram menyusup
tenang tertutup

Letupan hati
berkisi-kisi
perih memberi
pedih berarti

Senyum yang pergi
mimpi di curi
tipu lucuti
rapuhkan hati

Silang sengketa
benci dan cinta
senang derita
semakin terasa,-


Wah !!

Jenaka prasangka
tak ranum berbuah
semusim berasa
tak asing kiranya,

Yang hadir tetamu
yang terbuka pintu
yang ragu aku
yang senang kamu,

Berkilah' lah
sebisa' nya
melucu' kah
terjawab' ah.



Purwa Rasa

Dalih-dalih lama
mendesah di bibir bunga
lalu kuncup seketika
embun pun sirna,

Fajar berujar
cahaya sejajar
mayamu kelakar
logika di ingkar,

Bicara fahami
di akal sehati
dan lengan kuati
genggam yang sejati,

Kodratku rindu
tafsiran kalbu
bibir tak terbasuh
ambisi liarmu,-




Yang Mekar

Senyuman malam
menanti embun bertaburan
mengusung cerita batin
berlabuh yang di ingin

kalimatku jatuh
pada suhuf-suhuf tak patuh
kusut berserakan dan luruh
beliaknya menikam kalbu

jangan berjanji
esok kau datang lagi
dengan sebaki sajian sunyi
bak tanami duri

Segenap jiwa
rasamu ku pinta
senang bila rela
aku bukan pemaksa,-



Janji Malam

Menyusur malam
dirangkai bintang
keruh ku buang
hatiku riang

Lingkar cahaya
senyum purnama
kini telah sirna
hitam jelaga

Ucap kan pasti
mengiring hati
bila abadi
oh,.. bunga hati,-


Utuh

Bulan agustus tanggal sembilan
hari sabtu menjelang minggu
harapan hangus pahit ditelan
hati beku tak hilang ragu,

kabar gembira suratan hati
semoga makmur lahir dan batin
biar terkira harapan mati
mega terbentang yang aku yakin,-


Di Balik Hati

Siang telah ku renda
lelah di tikam senja
mentari tersenyum hampa
meremang kian bermula
dan malam menanti setia,


 Tak terang malang terbilang
dan resah bagai terpampang
mendesah hatiku gamang
terharap terang kan datang
kah pergi jauhnya tenang ?

Bertanya kepada nista
apalah semua tiada
tersebut hanyalah duka
yang hidup fatamorgana
pun redup impian hamba,


Wahai Dzat Yang Maha Kaya
ku miskin tanpa pelita
bilakah izinkan hamba
bermohon secercah asa
penyuluh di sisa masa,