Wednesday, August 13, 2014

Jelaga hitam
dari kayu terbilang
terbakar api yang nyalang
kering hangus kerontang
pujangga menuliskan suara-suara
terkadang berkisah lara
ada kata tersebut salah
ada rasa tak mampu menerima
mengapa layu yang ku sentuh
ini belaianku dari kalbu
kau tolak bahasa rindu
cinta tak bersumbu di hatimu
terpantang namaku
digurat gemulai jemarimu
ditimpa nama lain yang kau ingin
kisahku patah dalam serapah
kesan menumpuk resah
hanya padamu malam ini ku kisah
betapa pilu bahasa kalbu nan mendesah
terlalu panjang malam-malamku gelisah
putus ikatan bernama muhibbah
dalam sekatan dendam hati
karena nyata tak saling memiliki
kini yang tertinggal hanya mimpi
sedalam jurang yang tak bertepi,-



No comments:

Post a Comment