Pada seperempat malam
menadah fajar yang mengendap
membungkus sunyi tak terharap
merelakan kesendirian terjadi
mengarungi kekata pada jiwa
larut di kedalaman rasa.
Adalah suara kodrati
lengkung lemah daya jadi aral
lekuk keputusan memasung
mungkin seperti ini nasib memangku
untukku resapi kalbu
tuk kekang sengketa rasa
Yang tiada jelas polanya.
Dan diri bertopang do'a
Saat riuh pula gempita
Mengarak kalbu pada arah
Kemakmuran jiwa mendamba
Semoga husnul khotimah.
Crb, 15 oktober 2019.
Tisna Hariri Barbatully

No comments:
Post a Comment