Wednesday, October 16, 2019

NYANYIAN MUSIM

Pada diskusi, menyendiri
Kau ucap kita kan pergi
Dan kini menjawab kemana pergi
Kiranya kita dikekang perantauan panjang
Rerasa terombang ambing terbilang
Lelah letih untung saja dirayu bahagia
Sehingga teguh kita menatap muka. 

Ada pula sang bijak bersajak
Walau sesekali ia tetap tak beranjak
Segala mudah pada anggapan
Nun betapa rumit tenggelam mendalam
Dan helaan saat menggurat
Menunggu panggilan yang muslihat
Aku pasti menunggumu
Nun tak pasti engkau ingat akan itu.

Kita sejatinya cerita darah
Yang menites dari awal kisah
Teryakini ketika adam hawa
Bak merantai alur ke kinian sudah
Duh..  Betapa memikirkanmu lelah
Nun ini amanatku beratap dunia
Selagi masih menjejak tanah
Yang samar terlihat rentang tangannya
Menanti saat kita berpisah
Antara jasmani dan jiwa terkasihnya
Kalam telah menulis menjadi pola
Inilah wajah kita hingga akhir masa. 

Cirebon, 16 okt'19
Tisna Hariri Barbatully. 



No comments:

Post a Comment