Monday, October 14, 2019

MISTIKUS HATI

Ketika hati
Berpegang pedang keajaiban
Menebas jalan 
Tuk runtuhkan kemustahilan
Keistimewaan baginya biasa
Kokoh mentahta prinsip. 

Di rumpun sifatnya
Masa depan itu waktu lalu
Bersengketa dengan ketidak mengertian
Dan kemenangannya adalah hikmah
Keridhoan lebih awal dari amal
Selalu tersungkur di teras syukur. 

Segala predikat
Ia hanyutkan pada arus waktu
Sebab kakinya telah menjejak jauh
Bahkan pandangnya sudah menilas muara
Telah ia menunggu
Meski cerita masih di perjalanan
Begitu ia mempustakai
Bukan dipustakai. 

Cirebon,  14 okt'19
Tisna Hariri Barbatully. 
(prolog Keajaiban) 


No comments:

Post a Comment