Sunday, September 21, 2014

Buah Kisah

Untukku wahai kalbu,..
Aduhai Zdat Semesta Kasih Semesta Sayang
hidup hanyalah seuntai waktu sekejapan adegan
diperselisihkan harapan dan cobaan
mentabir Tauhid meniraikan Tahmid
menyekat tahlil memalingkan Takbir
sepertiku yang terlalu lama lalai
menadah berkah Ilahiyyah dengan kaffah
yang semestinya menjadi arah,..

Dan untukmu,..
jika kau tak lagi mampu
untuk bertahan di ruang sunyiku
teruslah berpuisi menyanjung seni
berfikir untuk banyak memberi
sedang terlupa Ilmu tuk didapati
teruslah bicara sampai lupa mendengar
teruslah bercerita sampai tak diceritakan
karena pelajar menuliskan sendiri sejarahnya
disimpan masa tuk diceritakan masa
meski pada ruang yang berbeda,-

Crb, 21 Sept'2014
Tisna Barbatully


Tuesday, September 2, 2014

Akhir Aksara


Ku huni hayat diri
di sisa waktu tak terpungkiri
meski redup hikayat hidup
walau gersang dalam cengkeram
uji dan coba menari jalang
liar berakar nodai nalar
di lumat seringai kesumat
mencari jejak di kata nikmat,

Ooh,.. sudahkah masanya
do'a hamba menabur bunga
di nisan angan meraja lela
lupakan asa pusara jiwa
bagai binasa suram cerita
mengikis hati berkisi-kisi
rebah dan gugur menghuni sepi
jasad tersungkur tak ditangisi
menutup diri pintu terkunci
di ruang akal lelap sendiri
khilaf terjungkal hati berperih
tiada tersangkal bak di kaca puri
terbungkus senandung sakral
tangisi khilaf yang tetap binal
terenggut paksa datanglah ajal
dan tiada sempat jauhi dajjal
di ruang si'jin sesak berjubal,-




Di Dua Cincin


Dua cincin di atas kertas
beruntai kata tanpa laksana
jatuh tautan nyaring bunyinya
di sambut sumbang rasa kecewa
sebagai tembang keruhnya cinta,

Bila waktu terasa menjauh
tinggalkan kalbu diusik bayu
rapuh dan layu sekerat kalbu
jadi elegi cerita semu
kusam tersimpan menjadi buku,

Geram dendam tiada padam
dunia keji lancang menerjang
kesip terbuang akal fikiran
jentikan jari terbayar hutang
namun terhenti mengingat Tuhan
segera berdiri cari pegangan
semoga terang menuntun tenang,

Sakit dan malu pekikan jiwa
nyaris bernoda ruang di dada
di dalam darah ada kasihNya
begitu miskinkah Iman di punya
do'a bersimpuh bersujud hamba
di uji badan terbidik nista
bak dijurang mati kini berada
membawa hati di kandung raga,-

Bangunlah Tuan


Malam berkalung rembulan
awan menikam kelam
tuan bangunlah,.. tuan
dengar waktu selalu berpesan
fajar telah keemasan,..

Tuan,.. tidakah terasakan
riuh dunia kian gersang
nurani jangan impikan
hati jangan hayalkan
jalani coba wujudkan,..

Tuan pandang di sana
yang hakiki penuh nuansa
rasa sejati mutlak warnanya
sebagai pesona alam nirwana
rayuan hidup dusta semata,..

Kasanahnya adalah cinta
kemesraannya seranum bunga
yang selalu kuncup jua setia
menanti mekar terkandung jiwa
salam dan salam jadi madunya,-


Dunia Pelangi Pulau surga


Pulau surga
yakin meraga
yang haus dahaga
berharaplah nyata
selayaknya do'a,

Hidup tanpa desiran
mewujud harapan
tiada halangan
segala kenikmatan
sebagai Rahmatan,

Jambang pelangi
tembang berhati
berkembang melati
pesona mimpi,-

Tiada Berbeda


Glamor itu gayanya
amor ala hidupnya
sohor jadi mimpinya
slebor motivasinya
kotor pada akhirnya,

Awan mendung 
menjadi kidung
menuding tudung
sebanding terkandung
asing mengungkung
alim berselubung
membuat bingung
,.. majnun !


BAGIAN PALING BEROMBAK DI LAUTAN ADALAH PANTAI


Gelayut manja itu risaukanku
ada kesan di indahnya ke akraban
letup pijarnya bewarna tak biasa
sesak hati mulai mengundang lara
Ooh,.. hati yang mana yang harus ku jaga ?
hati ini,.. kah hatinya ?

Telah panjang waktu bahtera ku kayuh
semakin dekat asa berlabuh
ombak mengguncang dalam gemuruh
cobaan semakin kencang oleng langkahku
tiada bayang menyambut datangku
kemana rindu janji manismu ?

Bila semu di rasa indah
fatamorgana kian pesona
tak tegak langkah dan putar arah
lengkungnya tulang ku anggap patah
niscaya sulbi berganti rupa
berganti insan dan berganti nama,-

Aku Dan Kamu

Kesan dalam siratan
pesan dalam suratan
ku tulis ajakan sebagai jawaban
mari sama-sama kita jatuh
rasakan luka di lembah pilu
agar kau tahu arti dukaku
yang terlalu lama kau anggap kaku
lalu kau pongah dalam bahagia
tengadah dagu beraku-aku
membusung dada tulis sombongmu
dan mari kita saling sentuh
tentang rindu berbahasa satu
,... kalbu.



Seruan Harapan


Sayap senyap mengepak
gelap pekat mulai nampak
bahagia menjadi arahan
bahasa harapan tercurahkan
jadi senandung jiwa dan badan,

Wahai pintu desiran kalbu
akankah semestamu kan selalu biru ?
kami menyeru sedalam kalbu
adalah bahasaku suarakan rindu
mengurai makna yang daku tahu
tentang jelaga bilakah terbasuh
sepanjang waktu menyerta selalu,-


Pelajar


Candamu,.. canduku
hingga parau kodrat ku gurau
berkayuh berpulau-pulau
cerita hidup nan kian lampau
dengan mata kenangan kadang ku tinjau
sekedar siaga di depan syarat beranjau
sukar titian memanglah membuat risau,-


Jika Tiba-Tiba

Menari bersama mimpi
setelah senja menggapai matahari
mempersaksikan rembulan jatuh di cawan malam
setangkuk do'a pelan di untaikan
mengapung bersama sir' dan gerak bibir
menepis senyum hidup yang mencibir
menyemai biji harapan hati
bersingkap angan di silang tangan
berakhir di garis tapak tangan yang di tadahkan
satu mimpi di tunjuk hati
sebagai pilihan yang terhayati
tentang hitam memudar putih
tentang cahaya yang berkilau
tentang sahaya yang mengigau
betapa pagi asa terjangkau
sebelum pergi berkata "Jikalau",..