Tuesday, September 2, 2014

Di Dua Cincin


Dua cincin di atas kertas
beruntai kata tanpa laksana
jatuh tautan nyaring bunyinya
di sambut sumbang rasa kecewa
sebagai tembang keruhnya cinta,

Bila waktu terasa menjauh
tinggalkan kalbu diusik bayu
rapuh dan layu sekerat kalbu
jadi elegi cerita semu
kusam tersimpan menjadi buku,

Geram dendam tiada padam
dunia keji lancang menerjang
kesip terbuang akal fikiran
jentikan jari terbayar hutang
namun terhenti mengingat Tuhan
segera berdiri cari pegangan
semoga terang menuntun tenang,

Sakit dan malu pekikan jiwa
nyaris bernoda ruang di dada
di dalam darah ada kasihNya
begitu miskinkah Iman di punya
do'a bersimpuh bersujud hamba
di uji badan terbidik nista
bak dijurang mati kini berada
membawa hati di kandung raga,-

No comments:

Post a Comment