Tuesday, September 2, 2014

Jika Tiba-Tiba

Menari bersama mimpi
setelah senja menggapai matahari
mempersaksikan rembulan jatuh di cawan malam
setangkuk do'a pelan di untaikan
mengapung bersama sir' dan gerak bibir
menepis senyum hidup yang mencibir
menyemai biji harapan hati
bersingkap angan di silang tangan
berakhir di garis tapak tangan yang di tadahkan
satu mimpi di tunjuk hati
sebagai pilihan yang terhayati
tentang hitam memudar putih
tentang cahaya yang berkilau
tentang sahaya yang mengigau
betapa pagi asa terjangkau
sebelum pergi berkata "Jikalau",..

No comments:

Post a Comment