| Setelah hitam negeriku kau hitamkan pula jiwa-jiwanya tiada rela kemuliaannya betapa kejamnya. Setelah kering mata air kau kering pula air mata seakan kau ingin kami buta mengpa? Setelah miskin generasi dokrinmu konspirasi upaya hidup kamu halangi betapa keji. Kau pangkas biji-biji suci kau rampas yang kami miliki dari moral sampai ekonomi dari politik sampai televisi dari motif sampai pada visi bercorak misteri. Tuhan, kami berdo'a siang malam agar terlepas segala penjajahan naas bila sampai pada keruntuhan pelan-pelan kami dibinasakan yang berkepentingan. |
Setinggi-tingginya tempat, sejauh-jauhnya jarak, selama-lamanya saat, Bila didapat ia di diri.
Sunday, July 26, 2015
Bayang-bayang Jauh
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Di saat rembulan bertanya kapankah akan sehati dengan sang mentari? bintang pun turut berlagu "aku datang untukmu" mega kelabu...
-
Melalang ke ujung harapan menyeberang di batas kesunyian muncul dan hilang bagai percikan dan aku merona memantik pesona untuk malam la...
-
Bergumam tentang tawa disatu masa menyuratkan banyak kabar dari bentangan masa yang lebar satu satu ku balas senyummu meski berderai ai...
No comments:
Post a Comment