| Kalimatmu berangin-angin nikmatmu beringin ingin terasa dingin mungkin. Berkata terbata-bata nafas behela-hela apa maksudnya entah. Ada niat berbantah-bantah seakan kesumat dalam serapah dibalik halusnya kata. Tak pasti dikandung budi terpinta tuk dimengerti salahkah diri? Nalar yang kau tebar samar tiada gambar wartamu kudengar tawar dan hambar teredar. jika telah hilang nikmat hapus kata sahabat mungkin lebih mudharat sebelum sesal berkarat urusan tamat. |
Setinggi-tingginya tempat, sejauh-jauhnya jarak, selama-lamanya saat, Bila didapat ia di diri.
Sunday, July 26, 2015
Topeng Dibalik Kaca
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Di saat rembulan bertanya kapankah akan sehati dengan sang mentari? bintang pun turut berlagu "aku datang untukmu" mega kelabu...
-
Melalang ke ujung harapan menyeberang di batas kesunyian muncul dan hilang bagai percikan dan aku merona memantik pesona untuk malam la...
-
Bergumam tentang tawa disatu masa menyuratkan banyak kabar dari bentangan masa yang lebar satu satu ku balas senyummu meski berderai ai...
No comments:
Post a Comment