| Sampai pada masa takutku yang tak terasa menggulung kalbu lebam membiru. Dipercik lirik-lirik tak cantik berbuih-buih gelombang hayati senja kudapati, tanpa matahari. Masa lalu, cepatnya kau tinggalkanku berlari di balik bahu punggungku. Disana di pustaka lama mati tak terjamah hanya taubat yang berolah tertambat ujaran lelah ajaran resah. Ooh dewa dewi bakti ternukil dari hati kecil nun berarti niat nan suci khathir azami. Dan bila di satu masa niat bangunkanku paksa bulat atas perkara lama duplikat hidup sama Kuasa'Nya memaksa inikah kita? |
Setinggi-tingginya tempat, sejauh-jauhnya jarak, selama-lamanya saat, Bila didapat ia di diri.
Sunday, July 26, 2015
Berawal Jalan Akhir Sentuhan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Di saat rembulan bertanya kapankah akan sehati dengan sang mentari? bintang pun turut berlagu "aku datang untukmu" mega kelabu...
-
Melalang ke ujung harapan menyeberang di batas kesunyian muncul dan hilang bagai percikan dan aku merona memantik pesona untuk malam la...
-
Bergumam tentang tawa disatu masa menyuratkan banyak kabar dari bentangan masa yang lebar satu satu ku balas senyummu meski berderai ai...
No comments:
Post a Comment