| Aku selalu punya senyum dibibirku asli dan palsu sungguh itu senyumku. Senyum palsu untuk matamu dan senyum asli tuk ku rindu tawaran untukmu. Cinta itu peka tak hanya mengira-ngira meski tersembunyi dari mata walau berolah rupa. Rindu berwadah waktu bermahda kalbu Yang Satu. Telah lama kututup pinta tak bercelah meski sekata melintas jua dusta. |
Setinggi-tingginya tempat, sejauh-jauhnya jarak, selama-lamanya saat, Bila didapat ia di diri.
Sunday, July 26, 2015
Celah Di hati
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Di saat rembulan bertanya kapankah akan sehati dengan sang mentari? bintang pun turut berlagu "aku datang untukmu" mega kelabu...
-
Melalang ke ujung harapan menyeberang di batas kesunyian muncul dan hilang bagai percikan dan aku merona memantik pesona untuk malam la...
-
Bergumam tentang tawa disatu masa menyuratkan banyak kabar dari bentangan masa yang lebar satu satu ku balas senyummu meski berderai ai...
No comments:
Post a Comment