| Engkau lahir bermandikan air ketuban sedang mati dimandikan prilaku diri dahsyatnya ini. Cinta Kau kata manis berkulit pelangi seranum mentari bagi diri. Darimana manisnya kau kata dari rasa darimana rasanya kau kata entah. Yang kau tahu hanya merindu yang kau mahu hanya dirindu meminta kalbu yang semu itupun tak kau tahu. Dunia kita bak sebidang tanah terbelah oleh hukum'Nya di sebelah mana kita lebih lama berada? bukan abu-abu. |
Setinggi-tingginya tempat, sejauh-jauhnya jarak, selama-lamanya saat, Bila didapat ia di diri.
Sunday, July 26, 2015
Hunian Badan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Di saat rembulan bertanya kapankah akan sehati dengan sang mentari? bintang pun turut berlagu "aku datang untukmu" mega kelabu...
-
Melalang ke ujung harapan menyeberang di batas kesunyian muncul dan hilang bagai percikan dan aku merona memantik pesona untuk malam la...
-
Bergumam tentang tawa disatu masa menyuratkan banyak kabar dari bentangan masa yang lebar satu satu ku balas senyummu meski berderai ai...
No comments:
Post a Comment