⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶»-•
Tuhan,
hambamu kelelahan
Sapalah aku
Dari pendakian tak berpuncak ini
Berbedakah kisah ini
merintih berperih dimalam hari
Bila benderang ditenggelamkan peluh
Ditaburi aur-aur perihnya rasa
Jeritku membahana
Runtuhkan tebing kenestafaan
Menimpa sekujur pustaka
Koyak suhuf-suhufnya
Tercerai tiap-tiap babnya
Aku hilang judunl
Kehidupan.
*
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶---«•]|
Diri laksana insan terasing
Perankan sandiwara purba
Bak Lebih sendiri dari adam, jiwaku
Lebih terasing dari ayub, hatiku
Aku dijauhi kebahagiaan
Kebahagiaan yang tak layak untukku
Kebahagiaan yang mereka pestakan
Kebahagiaan yang mereka ingkari
Kebahagiaan salah arti
Sedang tak pernah artikanku
Diri disumpahi derita
Laknatiku.
*
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶---«•¤]|
Tuhan,
Menjadi hambamu nyerikanku
Aku tak berdaya menolak
Perih ini kunikmati
Nestafa kucumbui, semesra-mesranya
Diatas tikar bebatuan yang berkeping
Pada hamparan kubah langit'mu, Tuhan
Pada celah-celah puisi mistikku
Dipuncak ketinggian yang merendahkan
Dalam belantara yang tak tersibak
Pada rerumputan yang difitnah
duka diri ditangisi embun pagi
Sejarah disayangkan mayapada
Aku diracuni isyiq'Mu.
*
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶---«=•¤|]
Tuhan,
Debaranku telah kulengkingkan
Senyaring yang mahluk'Mu tak bisa dengar
Dan burung-burung tetap terbang
Gemuruh ombak yang pecah pada karang
bisik angin tiada kubuat patah
Lebih lirih dari nada seruling tua
Lebih tulus dari tangis bayi yang lahir
Beri aku ruang lagi tuk sebutkan'Mu
Haruskah ku ada pada prahara menakutkan
Mestikah kuada pada deru hujan nan seram
Tak kurang-kurang dunia ini kuburkanku
Dunia ini penjarakanku
Dari nikmat yang membuat mereka iri
Dari kepuasan yang membuat hidup risih
Tuhan, aku tak minta semua terganti,
Dengan Ridho'Mu ini terjadi
Aku terceraiberai tak lagi dikenali
Hidup pustakaiku dengan air mata
Air mata nan lunturkan tulang pipi
Memutus segala syaraf jasadku
Mencairkan tengkorak kepalaku
Otakku menetes laksana nanah
Otak yang lumpuh tak menjamah hati
Hati sebagai gerbang Ars' lahir dan batin
Gerbang perkasa tempat kita janji jumpa
Disuratkan Ayat-ayat indah'Mu
Menyiratkan Isyiq di rinduku
Dan menghampa pada sir' irfan Fana.
Tuhan,
hambamu kelelahan
Sapalah aku
Dari pendakian tak berpuncak ini
Berbedakah kisah ini
merintih berperih dimalam hari
Bila benderang ditenggelamkan peluh
Ditaburi aur-aur perihnya rasa
Jeritku membahana
Runtuhkan tebing kenestafaan
Menimpa sekujur pustaka
Koyak suhuf-suhufnya
Tercerai tiap-tiap babnya
Aku hilang judunl
Kehidupan.
*
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶---«•]|
Diri laksana insan terasing
Perankan sandiwara purba
Bak Lebih sendiri dari adam, jiwaku
Lebih terasing dari ayub, hatiku
Aku dijauhi kebahagiaan
Kebahagiaan yang tak layak untukku
Kebahagiaan yang mereka pestakan
Kebahagiaan yang mereka ingkari
Kebahagiaan salah arti
Sedang tak pernah artikanku
Diri disumpahi derita
Laknatiku.
*
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶---«•¤]|
Tuhan,
Menjadi hambamu nyerikanku
Aku tak berdaya menolak
Perih ini kunikmati
Nestafa kucumbui, semesra-mesranya
Diatas tikar bebatuan yang berkeping
Pada hamparan kubah langit'mu, Tuhan
Pada celah-celah puisi mistikku
Dipuncak ketinggian yang merendahkan
Dalam belantara yang tak tersibak
Pada rerumputan yang difitnah
duka diri ditangisi embun pagi
Sejarah disayangkan mayapada
Aku diracuni isyiq'Mu.
*
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶---«=•¤|]
Tuhan,
Debaranku telah kulengkingkan
Senyaring yang mahluk'Mu tak bisa dengar
Dan burung-burung tetap terbang
Gemuruh ombak yang pecah pada karang
bisik angin tiada kubuat patah
Lebih lirih dari nada seruling tua
Lebih tulus dari tangis bayi yang lahir
Beri aku ruang lagi tuk sebutkan'Mu
Haruskah ku ada pada prahara menakutkan
Mestikah kuada pada deru hujan nan seram
Tak kurang-kurang dunia ini kuburkanku
Dunia ini penjarakanku
Dari nikmat yang membuat mereka iri
Dari kepuasan yang membuat hidup risih
Tuhan, aku tak minta semua terganti,
Dengan Ridho'Mu ini terjadi
Aku terceraiberai tak lagi dikenali
Hidup pustakaiku dengan air mata
Air mata nan lunturkan tulang pipi
Memutus segala syaraf jasadku
Mencairkan tengkorak kepalaku
Otakku menetes laksana nanah
Otak yang lumpuh tak menjamah hati
Hati sebagai gerbang Ars' lahir dan batin
Gerbang perkasa tempat kita janji jumpa
Disuratkan Ayat-ayat indah'Mu
Menyiratkan Isyiq di rinduku
Dan menghampa pada sir' irfan Fana.
No comments:
Post a Comment