BERNYANYI DI GURUN
Kalbu, kau cari rindu
Saat terang kala semu
Haru bak tak habis waktu
Kau titi berwindu-windu
Jalan nasibmu.
Jiwa
Rasakan sepah
Pahit tertelan paksa
Di dada kian sarah
Sesak jadinya
Karenanya
Cinta.
Biar
Kuterima satu ikrar
Terabai kuanggap wajar
Meski lakunya nyerikan nalar
Adaku dianggap cemar
Yang lain tidaklah samar
Tak pernah ku dianggap benar
Cemistry mulai pudar
Tiada gambar
Kau ujar.
Kalbu, kau cari rindu
Saat terang kala semu
Haru bak tak habis waktu
Kau titi berwindu-windu
Jalan nasibmu.
Jiwa
Rasakan sepah
Pahit tertelan paksa
Di dada kian sarah
Sesak jadinya
Karenanya
Cinta.
Biar
Kuterima satu ikrar
Terabai kuanggap wajar
Meski lakunya nyerikan nalar
Adaku dianggap cemar
Yang lain tidaklah samar
Tak pernah ku dianggap benar
Cemistry mulai pudar
Tiada gambar
Kau ujar.
No comments:
Post a Comment