Nyeri di dada ini, seperti tiada asa tuk terobati, ternyata luka
berkepanjangan, mengakar pada rongga dada, dan tragedi itu bagai awal
musim, dengan deras hujan kekecewaan nan silih berganti mendera hati,
rasakan cinta menanggung rindu, hanya saja, cawan yang kau beri, telah
kau tumpahkan tak tersisa pada insan lain, dan aku termangu memandangi
mereka beruforia, dengan candu mesra buah tangan hasratmu cinta.
-
ASA MEMELUK GUNUNG
APALAH DAYA TANGAN TAK SAMPAI.
Di relung kalbu
Diri bertembang rindu
Tiada yang tahu.
-
Dan sejak saat itu, kunikmati fatamorgana rasa ini, berkawan kenang dikisah lalu, saat kau tulus dan lugu, tak ternoda irama pena, pekat menghitam tanpa cahaya, bersorak sorai tembangkan cinta, manari-nari tentang asmara, hanya asmara.
-
Tuhan, bimbing aku pada Rhido'Mu, kuatkan cahaya atas mataku, dari berjuta kemasan palsu, jangan lalu kelak jadi nestafaku, terturut idola-idola dunia, yang hanya semu tanpa kerangka, maka hapuskanlah segala kenang, daku meminta berpaut linang, berilah esok mentari terang, tuk hapus duka kasih terbuang, buah cerita jiwa nan sumbang.
-
ASA MEMELUK GUNUNG
APALAH DAYA TANGAN TAK SAMPAI.
Di relung kalbu
Diri bertembang rindu
Tiada yang tahu.
-
Dan sejak saat itu, kunikmati fatamorgana rasa ini, berkawan kenang dikisah lalu, saat kau tulus dan lugu, tak ternoda irama pena, pekat menghitam tanpa cahaya, bersorak sorai tembangkan cinta, manari-nari tentang asmara, hanya asmara.
-
Tuhan, bimbing aku pada Rhido'Mu, kuatkan cahaya atas mataku, dari berjuta kemasan palsu, jangan lalu kelak jadi nestafaku, terturut idola-idola dunia, yang hanya semu tanpa kerangka, maka hapuskanlah segala kenang, daku meminta berpaut linang, berilah esok mentari terang, tuk hapus duka kasih terbuang, buah cerita jiwa nan sumbang.
No comments:
Post a Comment