Terkisahku
Dibius pijak
Nun hilang tuju
Suramnya warna
Celaka.
-
Kelopak semi
Luput jatuh
Dari lunglai jemari
Menggenggam
Malang.
-
Kesip tak urung
Tergores tajam duri
Menangkai hati
Yang rekah luka
Berlumur nanah
Dusta-dusta
Tersengaja.
-
Agung
Rasa kujunjung
Tiada ujud terpandang
Nanar matamu
Karena silau
Akan kemilau
Yang lain.
-
Angin surga
Masih terharap
Akan membelai
Jiwaku nan kering
Tuk hapus linang
Bahasa duka
Buah tangan
Mawar nan durja
Di laku nyata.

Dibius pijak
Nun hilang tuju
Suramnya warna
Celaka.
-
Kelopak semi
Luput jatuh
Dari lunglai jemari
Menggenggam
Malang.
-
Kesip tak urung
Tergores tajam duri
Menangkai hati
Yang rekah luka
Berlumur nanah
Dusta-dusta
Tersengaja.
-
Agung
Rasa kujunjung
Tiada ujud terpandang
Nanar matamu
Karena silau
Akan kemilau
Yang lain.
-
Angin surga
Masih terharap
Akan membelai
Jiwaku nan kering
Tuk hapus linang
Bahasa duka
Buah tangan
Mawar nan durja
Di laku nyata.
No comments:
Post a Comment